Sering Lupa dan Linglung Setelah Melahirkan? Itu Tanda “Mommy Brain”
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-anak-7282831/
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Pernah enggak sih, Moms, tiba-tiba bingung mau mengambil apa saat jalan ke dapur? Atau malah panik mencari botol susu si kecil, padahal benda itu dari tadi lagi dipegang di tangan sendiri? Bagi para ibu yang baru saja melahirkan (postpartum), fenomena mendadak "pikun" atau linglung ini sering banget memicu rasa cemas, stres, hingga rasa bersalah karena merasa diri teledor.
Masyarakat kerap menyederhanakan kondisi ini sebagai bentuk kelelahan biasa. Tapi secara medis, kondisi linglung yang dialami ibu baru ini nyata dan ada istilah resminya, yaitu Mom Brain atau Postpartum Brain Fog.
Fakta Perubahan Otak pada Ibu Baru Melahirkan
Di lingkungan sekitar, ibu baru yang sering lupa kerap mendapat stigma kurang teliti atau kurang fokus menjalankan peran barunya. Padahal, fenomena Mom Brain sama sekali bukan karena Moms ceroboh atau malas berpikir.
Mengutip ulasan medis dari alodokter.com dan caryobgyn.com, brain fog pasca melahirkan adalah respons biologis dan neurologis alami tubuh. Penelitian pemindaian otak (MRI) menunjukkan bahwa otak wanita mengalami pemangkasan sinapsis (synaptic pruning) selama kehamilan dan masa postpartum. Otak ibu sebenarnya lagi "memprogram ulang" strukturnya agar lebih peka, fokus, dan tanggap terhadap kebutuhan serta keselamatan bayi. Dampaknya, fungsi memori jangka pendek yang tidak berkaitan langsung dengan si kecil tergeser untuk sementara waktu.
Penyebab Medis di Balik Brain Fog Postpartum
Berdasarkan publikasi kesehatan dari henryford.com dan theribbonbox.com, ada beberapa faktor utama yang memicu kabut otak (brain fog) pada ibu postpartum:
- Fluktuasi Hormon yang Ekstrem
Setelah melahirkan dan mengeluarkan plasenta, kadar hormon estrogen dan progesteron dalam tubuh ibu anjlok drastis dalam waktu singkat. Perubahan hormon yang tajam ini langsung memengaruhi senyawa kimia di otak (neurotransmiter) yang bertugas mengatur fokus, memori, dan suasana hati.
- Kurang Tidur Kronis (Sleep Deprivation)
Pola tidur ibu baru pasti terpotong-potong karena harus bangun menyusui di malam hari. Kurangnya tidur berkualitas secara terus-menerus membuat otak kehilangan waktu vital untuk menyusun memori dan memulihkan fungsi kognitif.