Berat Badan Normal tapi Kok Perutmu Buncit? Kenalan Yuk sama Skinny Fat
- https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-seksi-6629204/
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Memiliki postur tubuh yang cenderung kurus sering kali dianggap sebagai tanda bahwa seseorang pasti sehat dan bebas dari masalah lemak tubuh. Tidak sedikit orang yang merasa tenang dan bebas mengonsumsi makanan apa saja hanya karena angka di timbangan menunjukkan berat badan yang normal. Namun, dalam dunia kesehatan, tampilan luar yang langsing ternyata tidak selalu menjamin kondisi metabolisme tubuh di dalamnya dalam keadaan baik-baik saja.
Banyak orang tidak menyadari bahwa mereka bisa saja mengalami kondisi yang dikenal dengan istilah skinny fat. Fenomena ini menggambarkan seseorang yang secara kasat mata memiliki tubuh kurus atau Indeks Massa Tubuh (IMT) ideal, tetapi sebenarnya menyimpan persentase lemak tubuh yang tinggi dan massa otot yang sangat minim.
Memahami Apa Itu Kondisi Skinny Fat
Secara sederhana, skinny fat adalah kondisi ketidakseimbangan antara jumlah lemak dan otot di dalam tubuh. Orang dengan kondisi ini umumnya memiliki lingkar perut yang membesar atau bergelambir, meskipun bagian lengan dan kakinya terlihat kecil.
Berdasarkan edukasi kesehatan dari prodiadigital.com, kondisi skinny fat terjadi ketika persentase lemak tubuh melampaui batas normal sementara massa otot berada di bawah kadar ideal. Lemak berlebih pada pemilik tubuh skinny fat biasanya berupa lemak viseral, yaitu jenis lemak berbahaya yang menumpuk di sekitar organ dalam di dalam rongga perut.
Penyebab utama dari munculnya skinny fat umumnya berkaitan erat dengan gaya hidup harian, seperti kurang bergerak (sedentary lifestyle), kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula olahan, serta pola diet salah kaprah yang hanya berfokus menurunkan berat badan tanpa menjaga massa otot.
Mengapa Skinny Fat Tetap Berbahaya Bagi Kesehatan?
Meskipun pemilik tubuh skinny fat sering kali merasa aman karena tidak terlihat gemuk, risiko kesehatan yang mengintai mereka sebenarnya hampir sama besarnya dengan orang yang mengalami obesitas.
Merujuk pada ulasan medis dari alodokter.com, penumpukan lemak viseral yang dibiarkan tanpa penanganan dapat memicu berbagai gangguan metabolisme serius. Lemak viseral aktif melepaskan senyawa kimia yang memicu peradangan di dalam tubuh. Jika kondisi ini berlangsung dalam jangka panjang, pemilik tubuh skinny fat memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit seperti resistensi insulin, diabetes melitus tipe 2, hipertensi, hingga gangguan pembuluh darah dan jantung.