Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang? ini Cara Aman Mengelola Pembalut Bekas di Rumah

Seorang wanita memegang pembalut sekali pakai bersih untuk edukasi kesehatan menstruasi
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-memegang-7282109/

Kesehatan, VIVA MindsetMasa pubertas merupakan fase penting bagi setiap remaja putri, salah satunya ditandai dengan datangnya menstruasi pertama atau menarche. Namun, di balik edukasi mengenai kesehatan reproduksi, ada satu pertanyaan klasik yang kerap membingungkan: “Sebenarnya pembalut bekas itu harus dicuci bersih dulu atau bisa langsung dibuang sih?”

img_title Tensi 120/90 mmHg Belum Tentu Normal Lho, Siapa Tahu Hipertensi Diastolik

Kebiasaan masyarakat Indonesia memang beragam. Sebagian orang tua mewajibkan anaknya mencuci pembalut sampai bersih sebelum dibuang karena faktor rasa risih atau mitos lokal. Di sisi lain, tak sedikit yang asal lempar ke tempat sampah, bahkan menghanyutkannya ke lubang kloset atau aliran sungai.

Lantas, bagaimana panduan sanitasi dan kebersihan yang benar menurut lembaga resmi? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

img_title Mengenal Gejala Kanker Payudara Sejak Dini: Apa Saja yang Wajib Diwaspadai?

Dicuci Dulu atau Langsung Dibuang?

Merujuk pada edukasi resmi Kementerian Kesehatan RI yang tertulis pada web kemenkes.go.id, pembalut sekali pakai (disposable pad) sebenarnya tidak perlu dicuci sebelum dibuang.

img_title Emotional Inheritance, Benarkah Luka Emosional Bisa Diwariskan?

Kemenkes menjelaskan bahwa mencuci pembalut sekali pakai justru kurang higienis karena tangan berisiko terpapar langsung oleh bakteri dari darah menstruasi, serta memicu pemborosan air. Langkah yang paling tepat adalah melipat pembalut bekas, membungkusnya secara rapat dengan kertas atau plastik, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Secara teknis, alasan pembalut sekali pakai tidak disarankan untuk dicuci adalah:

1.      Risiko Kontaminasi Silang (Cross-Contamination)

Saat mencuci pembalut yang tergenang darah di bawah kran, percikan airnya berisiko menyebarkan kuman atau patogen ke lantai, gayung, hingga dinding kamar mandi.

2.      Merusak Lapisan Gel Absorben

Pembalut modern mengandung Super Absorbent Polymer (SAP). Jika disiram air terus-menerus, gel ini akan membengkak, pecah, dan justru membuat isi pembalut yang berantakan makin sulit dikelola secara higienis.

Bahaya Menanti Jika Asal Buang Pembalut Bekas

Satu hal yang tidak boleh ditawar adalah larangan membuang pembalut bekas secara terbuka atau sembarangan. Darah menstruasi pada pembalut bekas merupakan media yang sangat disukai kuman dan bakteri untuk berkembang biak dengan cepat di suhu ruang.

Sebagaimana ditekankan dalam panduan Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) oleh UNICEF.org, kelalaian dalam mengelola limbah pembalut dapat membawa dampak buruk:

Halaman Selanjutnya
img_title