Bukan Jual Mahal, Karena Tubuhmu Bukan Milik Umum! Pahami Pentingnya Batasan Diri Sejak Remaja
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-wanita-19714749/
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Bagi sebagian orang, sentuhan kecil seperti pelukan, ciuman di pipi, atau rangkulan dianggap sebagai bentuk keakraban biasa. Padahal bagi remaja, sentuhan yang terjadi tanpa izin (consent) bisa menimbulkan rasa tidak nyaman, risih, hingga ketakutan. Setiap individu memiliki batasan kedaulatan tubuh yang wajib dihormati oleh siapa pun.
Tubuh Milik Pribadi, Sentuhan Bukan Hak Otomatis
Bayangkan seorang remaja yang tiba-tiba dirangkul erat, diusap bahunya, atau ditarik fisiknya untuk dicium tanpa ditanya terlebih dahulu. Bagi orang lain situasi itu mungkin dianggap gurauan, tetapi bagi penerimanya tindakan tersebut merupakan bentuk pelanggaran batas privasi.
Sejak dini, remaja harus menyadari bahwa tubuh mereka adalah milik pribadi. Tidak semua orang nyaman dipeluk atau disentuh hanya atas alasan kedekatan. Melansir panduan dari who.int, pendidikan seksual komprehensif mencakup pemahaman consent, privasi, integritas tubuh, serta kemampuan mengenali dan melapor jika terjadi pelecehan. Artinya, sentuhan fisik bukanlah hak otomatis orang lain dan harus selalu berlandaskan persetujuan yang jelas.
Menolak Bukan Berarti Kasar, Consent Harus Jelas
Banyak remaja merasa bersalah atau takut dibilang sombong saat menolak sentuhan fisik. Padahal, menolak adalah hak dasar untuk melindungi diri sendiri. Mengutip penjelasan di halodoc.com, consent merupakan persetujuan yang diberikan secara sadar, bebas, dan spesifik untuk suatu tindakan tertentu.
Setuju dipeluk tidak otomatis setuju dicium, dan setuju sekali tidak berarti setuju untuk selamanya. Consent juga bukan sekadar menebak-nebak, apalagi menganggap sikap diam sebagai jawaban "iya". Seseorang yang kaget, takut, atau bingung tidak bisa dianggap memberikan izin.
Jika merasa dipaksa, remaja boleh mengulang kalimat tegas seperti: "Aku tidak nyaman", "Jangan sentuh aku", atau "Tolong berhenti". Penolakan yang disampaikan secara lugas menjadi kunci awal terbangunnya hubungan yang sehat.
Mengenali Ciri Hubungan Unhealthy dan Tindakan Penanganan
Pelanggaran batas fisik sering kali justru datang dari orang terdekat, seperti teman, pacar, saudara, maupun orang dewasa yang dikenal. Mengutip edukasi dari halodoc.com, hubungan yang sehat tidak akan membuat seseorang takut untuk menolak, melainkan memberikan ruang aman untuk mengekspresikan persetujuan secara sukarela.