Mengenal Apa itu Cortisol Face dan Dampaknya bagi Wajah

Wanita yang terlihat stres dengan tangan di kepala, ekspresi kekhawatiran
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-perempuan-kaum-wanita-sedih-7699305/

Kesehatan, VIVA MindsetPerkembangan tren kecantikan di media sosial kerap melahirkan istilah baru yang menarik perhatian publik, salah satunya adalah fenomena cortisol face. Istilah ini merujuk pada kondisi perubahan bentuk wajah yang mendadak tampak lebih bulat, membengkak, atau sembap tanpa adanya kenaikan berat badan yang signifikan. Fenomena ini sering dikaitkan dengan tingkat kecemasan serta tekanan pekerjaan yang tinggi. Memahami hubungan antara kondisi psikologis dan respons fisik tubuh menjadi kunci utama untuk menangani masalah ini secara tepat. 

img_title Tensi 120/90 mmHg Belum Tentu Normal Lho, Siapa Tahu Hipertensi Diastolik

Hubungan Antara Hormon Stres Berlebih dan Perubahan Fisik

Ketika seseorang mengalami tekanan emosional atau kurang istirahat, kelenjar adrenal akan memproduksi hormon kortisol dalam jumlah lebih tinggi. Sebagaimana dikutip dari publikasi ilmiah dalam Jurnal Kedokteran Medula, gejolak emosional yang tidak dikelola dengan baik dapat memicu gangguan sistemik, termasuk mengganggu metabolisme jaringan kulit dan memperlambat pemulihan sel. Sejalan dengan hal tersebut, edukasi kesehatan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menguraikan bahwa paparan stres berlanjut dapat memicu berbagai reaksi fisik negatif pada organ tubuh. 

img_title Mengenal Gejala Kanker Payudara Sejak Dini: Apa Saja yang Wajib Diwaspadai?

Peningkatan kadar kortisol secara kronis mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit di dalam jaringan. Penumpukan natrium dan air di bawah kulit-terutama area pipi, rahang, dan bawah mata-menjadi pemicu utama munculnya efek stres pada wajah. Selain bikin sembap, kortisol berlebih merangsang kelenjar minyak memproduksi sebum berlebihan yang memicu jerawat. 

Dalam kondisi ekstrem, pembengkakan wajah akibat kortisol tinggi dapat menjadi indikasi kondisi medis tertentu. Sebagaimana diulas dalam publikasi medis Endocrine Society, produksi kortisol terlampau tinggi akibat gangguan internal dapat memicu Cushing syndrome. Namun pada usia muda, kondisi ini umumnya hanya respons sementara tubuh terhadap gaya hidup kurang seimbang dan pola istirahat buruk. 

img_title Emotional Inheritance, Benarkah Luka Emosional Bisa Diwariskan?

Faktor Gaya Hidup Modern yang Memperburuk Kondisi Wajah

Munculnya cortisol face dipicu oleh kebiasaan harian yang kurang sehat. Penurunan kualitas tidur akibat begadang atau scrolling media sosial mengganggu ritme sirkadian, sehingga kadar kortisol tetap tinggi sepanjang malam. Konsumsi makanan tinggi garam atau gula juga mengikat air di dalam jaringan tubuh dan memperparah efek sembap di pagi hari. 

Halaman Selanjutnya
img_title