Cara Mengajarkan Anak Mengelola Rasa Kecewa

Ilustrasi Orang tua memberikan pelukan untuk menenangkan anak yang sedang merasa kecewa.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/a-woman-holding-her-daughter-close-6297572/

Gaya Hidup, VIVA MindsetRasa kecewa merupakan bagian yang tidak dapat dihindari dalam kehidupan, termasuk bagi anak-anak. Mulai dari kalah dalam permainan, tidak mendapatkan mainan yang diinginkan, hingga gagal meraih hasil yang diharapkan, semua dapat memicu perasaan kecewa.

img_title Kenapa Anak Sering Mengamuk Saat Diminta Berhenti Bermain?

Meski sering membuat anak menangis atau marah, rasa kecewa sebenarnya menjadi kesempatan bagi mereka untuk belajar mengelola emosi. Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), membantu anak mengenali dan mengatur emosinya sejak dini merupakan bagian penting dari perkembangan sosial dan emosional yang sehat. Karena itu, orang tua memiliki peran besar dalam membimbing anak menghadapi kekecewaan dengan cara yang positif.

Lalu, bagaimana cara mengajarkan anak mengelola rasa kecewa?

img_title Mengapa Anak Sering Mengulang Pertanyaan yang Sama? Ternyata Ada Manfaatnya

Bantu Anak Mengenali Emosinya

Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah membantu anak memahami apa yang sedang dirasakannya. Anak-anak, terutama yang masih berusia dini, seringkali belum mampu mengungkapkan emosinya dengan kata-kata sehingga mereka mengekspresikannya melalui tangisan atau kemarahan.

img_title Kapan Anak Boleh Mandi Air Dingin? Ini Penjelasan Medis dan Usia Utamanya

Dilansir dari HealthyChildren.org, orang tua dapat membantu dengan memberi nama pada emosi yang dirasakan anak, misalnya mengatakan, "Kakak pasti merasa kecewa karena mainannya rusak." Cara ini membantu anak mengenali perasaannya sekaligus memahami bahwa emosi tersebut merupakan hal yang wajar.

Validasi Perasaan Anak

Saat anak kecewa, hindari langsung mengatakan, "Tidak usah menangis," atau "Itu hal sepele." Kalimat seperti itu dapat membuat anak merasa emosinya tidak dihargai.

Menurut UNICEF Parenting, orang tua sebaiknya memvalidasi perasaan anak terlebih dahulu. Misalnya dengan mengatakan, "Ayah mengerti kamu sedih karena tidak jadi pergi bermain." Validasi bukan berarti menyetujui semua keinginan anak, melainkan menunjukkan bahwa orang tua memahami apa yang sedang dirasakannya.

Ajarkan Bahwa Kecewa Adalah Bagian dari Kehidupan

Tidak semua keinginan dapat terpenuhi. Anak perlu belajar bahwa rasa kecewa merupakan pengalaman yang akan dialami setiap orang.

Berdasarkan informasi dari CDC, pengalaman menghadapi tantangan secara bertahap dapat membantu anak membangun kemampuan mengatasi masalah atau resilience. Dengan pendampingan yang tepat, anak akan belajar bahwa mereka mampu bangkit setelah mengalami kegagalan atau kekecewaan.

Halaman Selanjutnya
img_title