Mengapa Anak Sulit Berkonsentrasi? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya
- https://www.pexels.com/photo/a-kid-doing-his-homework-5303500/
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Tidak sedikit orang tua yang mengeluhkan anaknya sulit fokus saat belajar, mudah terdistraksi, atau cepat bosan ketika mengerjakan tugas. Padahal, kemampuan berkonsentrasi merupakan salah satu aspek penting dalam proses belajar dan perkembangan anak.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perkembangan anak dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pola tidur, aktivitas fisik, nutrisi, hingga lingkungan tempat mereka tumbuh. Karena itu, kesulitan berkonsentrasi tidak selalu berarti anak malas atau kurang pintar, tetapi bisa menjadi tanda bahwa ada kebutuhan fisik maupun emosional yang belum terpenuhi.
Lalu, apa saja penyebab anak sulit berkonsentrasi?
Kurang Tidur
Kurang tidur menjadi salah satu penyebab paling umum menurunnya konsentrasi pada anak. Saat tidur, otak memproses informasi yang diperoleh sepanjang hari sekaligus memulihkan energi untuk mendukung fungsi kognitif.
Menurut National Institutes of Health (NIH), penggunaan layar sebelum tidur juga dapat mengurangi durasi tidur anak, terutama karena paparan cahaya biru dari perangkat elektronik yang mempengaruhi kualitas istirahat. Anak yang kurang tidur cenderung lebih sulit memusatkan perhatian, mudah lelah, dan mengalami penurunan kemampuan belajar.
Terlalu Banyak Screen Time
Penggunaan gawai dalam waktu yang berlebihan juga dapat mempengaruhi kemampuan fokus anak. Konten digital yang bergerak cepat membuat otak terus menerima rangsangan sehingga anak lebih mudah kehilangan perhatian ketika harus melakukan aktivitas yang membutuhkan konsentrasi lebih lama, seperti membaca atau mengerjakan tugas sekolah.
American Academy of Pediatrics (AAP) menjelaskan bahwa penggunaan media digital sebaiknya tidak menggantikan waktu tidur, aktivitas fisik, bermain, maupun interaksi bersama keluarga. Orang tua juga dianjurkan untuk memperhatikan kualitas konten yang dikonsumsi anak, bukan hanya lamanya waktu penggunaan gawai.
Lingkungan Belajar Kurang Kondusif
Lingkungan yang ramai, televisi yang menyala, atau banyaknya gangguan di sekitar juga dapat membuat anak sulit berkonsentrasi. Suasana belajar yang tenang dan nyaman membantu anak memusatkan perhatian pada satu aktivitas dalam waktu yang lebih lama.
Dilansir dari UNICEF Parenting, anak membutuhkan lingkungan yang mendukung agar perhatian mereka tidak terus-menerus teralihkan. Gangguan yang datang secara berulang dapat membuat anak lebih sulit mempertahankan fokus.