Tak Harus di Sekolah Khusus, Begini Cara Menerapkan Pendekatan Reggio Emilia untuk Anak di Rumah

Suasana bermain di alam memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar melalui pengalaman secara langsung.
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/anak-anak-gembira-bermain-di-lapangan-berlumpur-di-luar-ruangan-33739551/

Gaya Hidup, VIVA Mindset –Banyak orang tua masih menganggap proses belajar identik dengan duduk rapi di meja, mengerjakan lembar kerja, atau menghafal materi pelajaran. Padahal, bagi anak usia dini, belajar juga bisa terjadi ketika mereka bermain, bereksplorasi, bertanya, hingga mencoba berbagai hal yang menarik perhatian mereka.

img_title Pendidikan Seksual Bantu Remaja Lindungi Diri, Jangan Anggap Tabu Lagi!

Pandangan ini sejalan dengan pendekatan Reggio Emilia, sebuah filosofi pendidikan anak usia dini yang berkembang di Kota Reggio Emilia, Italia, setelah Perang Dunia II. Menurut Brightwheel, pendekatan ini menempatkan anak sebagai individu yang aktif, penuh rasa ingin tahu, dan mampu membangun pemahamannya sendiri melalui pengalaman, dengan dukungan guru serta keluarga sebagai pendamping dalam proses belajar.

Meski banyak diterapkan di lembaga pendidikan anak usia dini, prinsip-prinsip Reggio Emilia sebenarnya juga dapat diterapkan oleh orang tua di rumah. Kuncinya bukan menghadirkan fasilitas yang mahal, melainkan menciptakan lingkungan yang memberi ruang bagi anak untuk bereksplorasi, bertanya, dan belajar sesuai dengan minatnya.

img_title Bukan Jual Mahal, Karena Tubuhmu Bukan Milik Umum! Pahami Pentingnya Batasan Diri Sejak Remaja

Beri Anak Kesempatan Mengikuti Rasa Ingin Tahunya

Salah satu prinsip utama dalam pendekatan Reggio Emilia adalah child-centered learning, yaitu proses belajar yang berangkat dari rasa ingin tahu anak. Pembelajaran dibangun berdasarkan minat, kemampuan, dan kebutuhan anak yang diamati oleh guru maupun keluarga, sehingga anak memiliki kesempatan untuk mengarahkan proses belajarnya sendiri.

img_title Membangun Sekolah Tanpa Batas: Mengapa Pendidikan Inklusif Jadi Kunci Kesetaraan Masa Depan?

Di rumah, orang tua dapat menerapkan prinsip ini dengan memperhatikan hal-hal yang sedang menarik perhatian anak. Misalnya, ketika anak penasaran mengapa hujan turun, orang tua tidak harus langsung memberikan jawaban. Sebaliknya, ajak anak berdiskusi, mencari tahu bersama melalui buku cerita, video edukatif, atau melakukan eksperimen sederhana sesuai usianya.

Pendekatan seperti ini membuat anak merasa bahwa pertanyaannya dihargai. Mereka juga belajar bahwa menemukan jawaban merupakan proses yang menyenangkan, bukan sekadar menerima informasi dari orang dewasa.

Jadikan Rumah sebagai Tempat Belajar yang Menyenangkan

Pendekatan Reggio Emilia juga mengenal konsep "lingkungan sebagai guru ketiga" (environment as the third teacher). Artinya, selain orang tua dan guru, lingkungan tempat anak tumbuh juga memiliki peran besar dalam mendukung proses belajar.

Halaman Selanjutnya
img_title