Bantu Anak Lepas dari Kecanduan Nonton Video Pendek, Ini 7 Cara yang Bisa Dicoba Orang Tua

Anak kecanduan menonton video-video pendek
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/boy-in-striped-long-sleeves-using-a-smartphone-7414065/

Parenting, VIVA Mindset – Kebiasaan menonton video pendek tanpa henti, atau yang sering disebut doomscrolling, makin sering terjadi pada anak. Dari satu video ke video berikutnya, semuanya terasa cepat, ringan, dan sulit dihentikan. Sekilas terlihat sepele, tapi jika dibiarkan, kebiasaan ini bisa mengganggu ritme harian anak dan membuat kebiasaan screen time anak jadi sulit dikontrol.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

Yang sering luput, masalahnya bukan hanya durasi, tapi pola yang terbentuk. Anak terbiasa mencari hiburan instan tanpa jeda. Di sinilah peran orang tua menjadi penting, karena cara mengatasi doomscrolling anak tidak bisa hanya dengan larangan, tapi perlu pendekatan yang lebih terarah.

Dalam konteks pola asuh di era digital, orang tua perlu beradaptasi. Anak hidup di lingkungan yang berbeda, sehingga pendekatan yang digunakan juga perlu menyesuaikan.

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

7 Cara Membantu Anak Keluar dari Pola Doomscrolling

Mengubah kebiasaan ini tidak bisa instan. Anak perlu waktu untuk menyesuaikan diri, dan orang tua perlu pendekatan yang tidak memicu perlawanan. Berikut beberapa cara yang bisa dilakukan secara bertahap dan konsisten:

img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

1. Mulai dari mendengar, bukan langsung menasihati

Luangkan waktu untuk benar-benar mendengar cerita anak tentang video yang mereka tonton. Apa yang mereka suka dan kenapa mereka tertarik. Di sinilah pentingnya membangun komunikasi orang tua anak agar anak merasa aman untuk terbuka.

2. Bangun komunikasi dua arah yang jujur

Selain mendengar, orang tua juga perlu menyampaikan kekhawatiran dengan cara yang bisa dipahami anak. Anak yang mengerti alasan di balik aturan biasanya lebih mudah diajak bekerja sama.

3. Buat kesepakatan yang disetujui bersama

Alih-alih membuat aturan sepihak, ajak anak menentukan batas waktu dan situasi kapan mereka boleh menonton. Ini membantu dalam proses membatasi penggunaan gadget tanpa memicu konflik.

4. Jadi contoh yang konsisten di rumah

Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Jika orang tua juga sering sibuk dengan ponsel, anak akan meniru. Konsistensi menjadi bagian penting dalam membentuk kebiasaan baru.

5. Ajak anak kembali ke aktivitas offline

Dorong anak untuk kembali ke aktivitas yang mereka sukai di luar layar. Aktivitas offline anak seperti bermain, olahraga, atau kegiatan kreatif bisa membantu mengalihkan perhatian dari layar.

Halaman Selanjutnya
img_title