Bareskrim Polri Ungkap Kasus Manipulasi Email Bisnis Lintas Negara
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/19/1000088484.jpg.webp
Jakarta, VIVA Mindset – Bareskrim Polri melalui Dittipidsiber berhasil mengungkap kasus dugaan manipulasi email bisnis atau Business E-mail Compromise (BEC) lintas negara dengan korban dari perusahaan di Amerika Serikat (AS).
Dari kasus tersebut pengungkapan dilakukan bekerja sama dengan FBI dan PPATK guna melakukan penelusuran identitas dan lokasi tersangka.
Kasubdit I Dittipidsiber Bareskrim Polri, Kombes Pol. Deddy Supriadi menuturkan adanya pengungkapan kasus ini bermula dari laporan FBI terhadap perusahaan IQ Power Tools di Amerika Serikat, mengalami kerugian mencapai US$350.325 karena manipulasi data.
“Ada seorang warga negara Amerika yang memiliki perusahaan bernama IQ Tower Tools berkedudukan di Amerika, telah dimanipulasi datanya berdasarkan laporan dari FBI maupun PPATK,” jelas Kombes Pol. Deddy Supriadi di Jakarta pada Rabu, 19 Agustus 2026, mengutip antaranews.com.
Adanya kaitan dengan Indonesia, karena pihak FBI melakukan penelusuran dengan mengungkap dua tersangka dari hasil pelacakan yang berlokasi di Indonesia.
Modus operandi pelaku dalam kasus manipulasi email bisnis ini terungkap saat adanya proses jual beli antara perusahaan Duro Machinery selaku penjual di China dan IQ Power Tools selaku pembeli di AS.
Modus pelaku membuat e-mail persis e-mail resmi jual beli dengan membuat skrip berisi malware yang ditujukan ke e-mail korban dari perusahaan IQ Power Tools di Amerika Serikat.
Setelah perusahaan merespons, sindikat dijalankan dengan memperoleh informasi terkait proses transaksi jual beli perangkat keras komputer antara dua perusahaan tersebut.
Dari sindikat ini, pelaku berinisial CW menyiapkan e-mail tiruan yang dibuat sangat mirip dengan akun e-mail resmi milik Duro Machinery selaku penjual di China.
Dari e-mail tiruan tersebut, pelaku (CW) kemudian segera melakukan komunikasi dengan perusahaan IQ Power Tools dengan modus pembayaran transaksi harus dialihkan dengan dalih perusahaan Duro Machinery sedang menjalani audit oleh komisi pengawasan.
Pelaku CW kemudian mengarahkan korban untuk membayar transfer ke rekening bank di Indonesia yang telah disiapkan dalam sindikat ini.
Berdasarkan hasil penyidikan, pelaku CW berada di China menjadi otak dalam sindikat tersebut dengan membangun perusahaan palsu dan rekening BCA untuk menampung dana hasil penipuannya yang kini masih dinyatakan buron.