Polres Malang Pastikan Kawasan Jemplang Kondusif Pasca Karhutla Bromo

Polres Malang dan Tim Gabungan Operasi Penanganan Karhutla Bromo
Sumber :
  • https://tribratanews.resmalang.jatim.polri.go.id/wp-content/uploads/2026/08/WhatsApp-Image-2026-08-08-at-13.15.15-750x375.jpeg

Malang, VIVA Mindset – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) terpantau kondusif untuk kawasan Blok Bantengan dan Lereng Cemoro Anget, Jemplang, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten  Malang, Jawa Timur.

img_title Bareskrim Polri Bongkar Kasino Ilegal Amankan Barang Bukti Rp1,048 Miliar dan Set Alat Perjudian

Hal ini disampaikan langsung oleh tim gabungan termasuk Polres Malang pasca kebakaran dari catatan kondisi lapangan dan pemantauan dengan platform SiPongi.

“Untuk wilayah Jemplang di Kabupaten Malang saat ini sudah kondusif. Tidak terlihat titik api maupun asap, namun personel tetap siaga dan melakukan pemantauan karena masih ada potensi munculnya kembali api,” jelas AKP Budiono dalam keteranganya di Malang pada Sabtu, 8 Agustus 2026 dalam tribratanews.resmalang.jatim.polri.go.id.

img_title Polda Bali Perketat Pengawasan Siber Guna Waspadai Kejahatan Digital

Meski begitu, petugas gabungan mengonfirmasi bahwa karhutla Bromo untuk kawasan Jemplang yang terdampak seluas sekitar empat hektar.

Melalui platform SiPongi, petugas turut mengecek kondisi kawasan dengan hasil pantauan masih terdapat tiga titik kuning kategori medium di kawasan hutan TNBTS wilayah Semeru yang masuk Kabupaten Lumajang.

img_title Kemenhut Siapkan 1.000 Polhut dalam Penanganan Karhutla

“Kepulan asap yang masih terlihat berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sehingga petugas terus berkoordinasi dan mengantisipasi apabila terjadi pergerakan api,” tambahnya.

Sebagai informasi, karhutla Bromo ini pertama kali terlihat pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul l7.00 WIB, di wilayah Blok Bantengan hingga mulai masuk wilayah Kabupaten Malang pada Rabu, 5 Agustus 2026 tepatnya di area Jemplang dekat tugu perbatasan Malang-Lumajang.

Titik api yang terus tersebar ini dikarenakan adanya hembusan angin kencang hingga kondisi vegetasi sekitar yang didominasi dengan savana yang mulai mengering akibat musim kemarau.

Meski begitu, dalam penanganannya tim gabungan dari aparat hingga Balai Besar TNBTS melalui jalur darat turut melakukan upaya pemadaman guna mencegah api kembali merembet ke kawasan lain.

Dilansir dari antaranews.com, total luas lahan di kawasan Gunung Bromo yang terdampak mencapai 176 hektar menurut laporan yang diterima pada Sabtu, 8 Agustus 2026 mulai dari area Bantengan hingga Jantur.

Informasi terbaru dari Polres Malang khusus di kawasan Jemplang, tim gabungan dan petugas meski menyatakan kondusif tetap masih menyiagakan personel untuk kawasan Blok Savana TNBTS.

Halaman Selanjutnya
img_title