Waspada Kebiasaan Doomscrolling pada Anak! Ini Dampaknya pada Fokus dan Cara Berpikir

Bahaya kebiasaan doomscrolling pada anak
Sumber :
  • https://www.pexels.com/photo/a-girl-watching-on-her-smartphone-7414089/

Parenting, VIVA Mindset – Awalnya mungkin cuma niat sebentar. Anak buka HP, lihat satu video, lalu lanjut ke video berikutnya. Tidak ada yang terasa aneh, sampai tiba-tiba waktu sudah lewat cukup lama. Orang tua sering mengira ini sekadar kebiasaan “kelamaan pegang gadget”, padahal yang terjadi tidak sesederhana itu.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

Konten video pendek di TikTok, Instagram Reels, dan YouTube Shorts memang dirancang untuk terus menarik perhatian. Ritmenya cepat, langsung ke inti, dan selalu ada video berikutnya. Pola ini membuat anak mudah masuk ke kebiasaan scroll tanpa henti. Dari sinilah dampak video pendek mulai terlihat, terutama pada fokus dan cara otak merespons kesenangan.

Kenapa Anak Bisa Terus Nonton Tanpa Berhenti

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

Kalau diperhatikan, video pendek punya pola yang membuat anak sulit “cukup”. Bukan karena anaknya tidak bisa mengontrol diri, tapi karena memang ada mekanisme yang membuat mereka ingin terus lanjut. Beberapa hal ini yang paling berpengaruh:

1. Rasa senang yang muncul terus-menerus

img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

Setiap video memberi hiburan cepat. Walaupun singkat, efeknya diulang terus, sehingga anak terdorong untuk mencari tontonan berikutnya.

2. Konten terasa selalu cocok

Apa yang muncul biasanya sesuai dengan yang anak suka. Jadi hampir tidak ada momen merasa bosan.

3. Tidak ada jeda alami untuk berhenti

Satu video selesai, langsung muncul video lain. Anak tidak punya “waktu mikir” untuk berhenti.

Ditambah lagi, ada faktor pergaulan. Anak bisa merasa ketinggalan kalau tidak tahu video yang sedang ramai. Kebiasaan ini kemudian terbawa ke keseharian dan membentuk pola doomscrolling pada anak, terutama saat waktu penggunaan layar tidak terkontrol.

Dampaknya ke Cara Anak Berkonsentrasi

Yang perlu dipahami, video pendek bukan cuma soal hiburan. Cara penyajiannya ikut membentuk cara otak anak bekerja. Dalam keseharian, biasanya terlihat lewat pola seperti ini:

1. Otak terbiasa dengan hal yang serba cepat

Akibatnya, aktivitas seperti membaca atau belajar terasa lebih lambat dan kurang menarik.

2. Anak jadi kurang sabar dengan proses

Karena terbiasa dengan hasil instan, anak lebih mudah menyerah saat sesuatu butuh waktu.

Halaman Selanjutnya
img_title