5 Mitos Seputar Kesehatan Mental Ibu yang Perlu Anda Ketahui
- https://unsplash.com/id/foto/seorang-wanita-menggendong-bayi-di-pelukannya-DTPlIdXJexI
Parenting, VIVA Mindset –Banyak orang masih terjebak dalam mitos seputar kesehatan mental ibu hamil dan pasca melahirkan. Sayangnya, informasi yang keliru ini justru bisa memperburuk kondisi emosional ibu serta membuat mereka ragu mencari bantuan profesional. Padahal, dikutip dari laman Psychology Today, kenyataannya jauh lebih kompleks dan justru lebih melegakan dibanding apa yang sering dipercaya. Berikut lima mitos paling umum beserta faktanya yang wajib diketahui setiap calon dan ibu baru.
1. Hanya Postpartum Depression yang Terkenal
Banyak orang hanya mengenal depresi pasca melahirkan, padahal kenyataannya ada berbagai gangguan mental yang bisa dialami ibu. Para ahli menyebut kondisi ini sebagai Perinatal Mood and Anxiety Disorders (PMADs), yang meliputi kecemasan perinatal, PTSD pasca melahirkan, bahkan bipolar perinatal. Gejala-gejala tersebut tidak hanya muncul setelah bayi lahir, tetapi bisa juga terjadi selama kehamilan hingga satu tahun setelah persalinan.
2. Hanya Ibu Hamil yang Bisa Mengalami PMADs
Anggapan bahwa hanya ibu yang melahirkan yang bisa mengalami gangguan mental ini tidak sepenuhnya benar. Faktanya, ayah, orang tua non-biologis, maupun mereka yang menjadi orang tua lewat adopsi atau surrogacy juga berisiko. Artinya, kesehatan mental perinatal adalah isu keluarga, bukan hanya ibu semata.
3. Kondisi Mental Ibu Jarang Terjadi
Banyak yang mengira masalah kesehatan mental ibu hanya dialami segelintir orang. Padahal, data menunjukkan 1 dari 5 ibu mengalami gangguan mental perinatal. Bahkan, 1 dari 10 ayah atau orang tua non-gestasional juga berisiko. Angka ini membuktikan bahwa kondisi tersebut merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang paling umum, bukan kasus langka.
4. Obat untuk Gangguan Mental Tidak Aman Selama Hamil atau Menyusui
Ketakutan terbesar ibu biasanya adalah penggunaan obat. Banyak yang menghentikan pengobatan karena takut berpengaruh pada janin atau bayi. Namun, berhenti minum obat justru bisa memperparah kondisi mental. Penelitian menunjukkan ada obat-obatan yang relatif aman dikonsumsi selama kehamilan dan menyusui, terutama jika penggunaannya berada di bawah pengawasan dokter spesialis.
5. Masalah Mental Ibu Tidak Serius dan Bisa Hilang Sendiri