Asap Karhutla Picu Lonjakan ISPA, Ini Kelompok Paling Rentan dan Langkah Penanganannya
- https://www.instagram.com/p/DcQMPhVIC-t/?img_index=8
Kesehatan, VIVA Mindset –Kepulan asap pekat akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti wilayah Kalimantan memicu kekhawatiran besar terhadap kesehatan masyarakat. Paparan gas beracun dan partikel mikro PM2.5 di udara tidak memukul semua orang dengan dampak yang sama. Terdapat beberapa kelompok masyarakat yang tergolong sangat rentan dan berisiko tinggi mengalami krisis kesehatan fatal jika menghirup udara beracun dalam durasi yang lama.
Mengenali siapa saja kelompok berisiko serta memahami langkah pertolongan darurat menjadi hal mendasar untuk mencegah komplikasi fatal akibat kabut asap.
Daftar Kelompok Paling Rentan Paparan Asap Karhutla
Sistem kekebalan tubuh dan kondisi organ pernapasan sangat menentukan seberapa berat dampak paparan asap yang dirasakan seseorang. Mengutip panduan edukasi perlindungan bencana dari dishut.kalteng.go.id, terdapat empat kelompok utama yang membutuhkan perlindungan ekstra saat terjadi bencana kabut asap:
- Balita dan Anak-Anak: Saluran pernapasan anak masih dalam tahap perkembangan dan frekuensi napas mereka cenderung lebih cepat dibanding orang dewasa, sehingga jumlah partikel racun yang terhirup relatif lebih banyak.
- Lansia (Lanjut Usia): Penurunan fungsi organ dan sistem imun alami membuat lansia kesulitan mengompensasi peradangan pada saluran napas.
- Ibu Hamil: Paparan gas karbon monoksida dan partikel mikro dari asap dapat menurunkan pasokan oksigen dalam darah yang berisiko mengganggu perkembangan janin.
- Penderita Asma dan PPOK: Orang dengan riwayat Penyakit Paru Obstrictive Kronis (PPOK) atau asma sangat sensitif terhadap udara kotor yang dapat memicu serangan sesak napas mendadak.
Tanda Bahaya dan Pertolongan Pertama saat Krisis Pernapasan
Merujuk pertolongan medis darurat dari ciputrahospital.com, paparan asap berat dapat memicu krisis pernapasan akut yang membutuhkan penanganan cepat. Pertolongan pertama yang wajib dilakukan saat anggota keluarga mengalami gejala sesak napas di antaranya:
- Segera pindahkan korban ke dalam ruangan tertutup yang terbebas dari paparan asap langsung.
- Longgarkan pakaian di sekitar dada dan leher agar jalur pernapasan korban tidak tertekan.
- Posisikan korban dalam keadaan duduk tegak atau setengah duduk untuk membantu memperluas rongga dada saat bernapas.
- Jika korban merupakan penderita asma, segera berikan obat pereda (inhaler) sesuai dosis petunjuk dokter.