Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Bayi belajar berjalan dengan menggandeng tangan orang dewasa
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/kedudukan-posisi-potret-tersenyum-27177706/

Parenting, VIVA Mindset –Perkembangan motorik merupakan salah satu indikator utama untuk menilai tumbuh kembang dan kesehatan sistem saraf bayi. Setiap bayi memang memiliki ritme perkembangannya masing-masing. Kendati demikian, munculnya tanda keterlambatan motorik tidak boleh diabaikan begitu saja oleh orang tua. Meskipun keterlambatan gerak tidak selalu menandakan adanya penyakit serius, mengenali sinyal bahaya (red flags) sejak dini sangat penting agar stimulasi atau penanganan medis dapat dilakukan secara tepat.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

​Deteksi dini perkembangan fisik bayi menjadi kunci utama dalam mencegah gangguan tumbuh kembang jangka panjang.

​Tanda Red Flags Keterlambatan Motorik Sesuai Usia Bayi

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

Mengutip edukasi kesehatan anak dari primaku.com yang divalidasi oleh dr. Lucyana Alim Santoso, Sp.A., terdapat beberapa tanda keterlambatan motorik halus maupun kasar yang perlu diwaspadai berdasarkan rentang usianya:

  • ​Usia 3–4 Bulan: Leher bayi masih tampak lemas (tidak mampu menegakkan kepala saat ditengkurapkan), tangan terus mengepal erat, serta tidak merespon atau meraih benda di sekitarnya.
  • ​Usia 6–9 Bulan: Bayi belum bisa berguling, tidak mampu duduk sendiri tanpa ditopang, serta otot tubuh terasa sangat kaku atau justru terlalu lemas (hypotonia).
  • ​Usia 12 Bulan (1 Tahun): Belum bisa merangkak, tidak mampu berdiri walau berpegangan, serta tidak menggunakan kedua tangannya secara seimbang untuk memegang benda.
  • ​Usia 18 Bulan ke Atas: Belum bisa berjalan mandiri, sering jatuh saat melangkah, atau belum mampu berjalan mundur dan melompat sesuai usianya.
img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

​Penyebab Utama Keterlambatan Gerak pada Anak

Melansir panduan medis dari portal resmi idai.or.id, keterlambatan motorik dapat menjadi bagian dari Keterlambatan Perkembangan Umum (Global Developmental Delay / GDD). Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor medis yang memengaruhi sistem saraf pusat maupun otot:

  • ​Kurangnya Stimulasi Lingkungan: Minimalnya interaksi fisik, waktu bermain tengkurap (tummy time), atau keterbatasan kesempatan anak untuk mengeksplorasi gerak tubuhnya.
  • ​Faktor Kelahiran dan Prematuritas: Riwayat kelahira prematur, berat badan lahir rendah (BBLR), hingga riwayat kurangnya oksigen saat proses persalinan.
  • ​Gangguan Neurologis dan Otot: Adanya kondisi medis sistemik seperti kelainan kromosom, cerebral palsy, hingga gangguan metabolisme sejak lahir.
Halaman Selanjutnya
img_title