Dampak Screen Time Berlebihan pada Anak Menurut Psikologi
- https://www.pexels.com/photo/family-engaged-with-digital-tablet-indoors-36698020/
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Penggunaan gawai telah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Mulai dari belajar, menonton video, hingga bermain game, berbagai aktivitas kini dapat dilakukan melalui layar digital. Meski memiliki sejumlah manfaat, penggunaan screen time yang berlebihan dapat mempengaruhi perkembangan anak apabila tidak disertai pendampingan dan batasan yang tepat.
Dilansir dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan World Health Organization (WHO), durasi penggunaan layar yang berlebihan dapat berdampak pada perkembangan emosi, perilaku, kemampuan belajar, hingga kualitas tidur anak. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami dampak screen time agar dapat menerapkan kebiasaan digital yang lebih sehat di rumah.
Apa Itu Screen Time?
Screen time adalah waktu yang dihabiskan seseorang untuk menggunakan perangkat yang memiliki layar, seperti HP, tablet, komputer, televisi, maupun konsol game. Aktivitas ini dapat berupa menonton video, bermain game, menggunakan media sosial, hingga mengikuti pembelajaran secara daring.
Menurut American Academy of Pediatrics, penggunaan layar tidak selalu berdampak buruk. Yang perlu diperhatikan adalah durasi penggunaan, jenis konten yang dikonsumsi, serta keterlibatan orang tua dalam mendampingi anak selama menggunakan perangkat digital.
Mempengaruhi Perkembangan Emosi Anak
Salah satu dampak screen time berlebihan adalah meningkatnya risiko gangguan dalam perkembangan emosi anak. Berdasarkan penjelasan HealthyChildren.org, anak yang terlalu lama menggunakan gawai cenderung memiliki kesempatan lebih sedikit untuk belajar mengenali dan mengelola emosi melalui interaksi langsung dengan orang lain.
Dalam psikologi perkembangan, kemampuan mengatur emosi terbentuk melalui pengalaman sosial, seperti bermain bersama teman, berbicara dengan keluarga, serta menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan sehari-hari. Jika sebagian besar waktu anak dihabiskan di depan layar, kesempatan tersebut dapat berkurang. Akibatnya, sebagian anak menjadi lebih mudah marah, frustrasi, atau kesulitan mengendalikan emosinya ketika menghadapi masalah.
Berpengaruh pada Kemampuan Konsentrasi
Penggunaan perangkat digital dalam waktu yang terlalu lama juga dapat mempengaruhi kemampuan anak untuk berkonsentrasi. Tayangan video yang berganti dengan cepat maupun permainan yang memberikan rangsangan terus-menerus dapat membuat otak terbiasa menerima stimulasi instan.
Menurut World Health Organization, anak tetap membutuhkan aktivitas fisik, bermain, dan berinteraksi dengan lingkungan nyata untuk mendukung perkembangan kognitif secara optimal. Karena itu, keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di luar layar menjadi hal yang penting agar kemampuan fokus anak tetap berkembang sesuai usianya.
Mengganggu Kualitas Tidur
Paparan cahaya biru (blue light) dari layar gawai pada malam hari dapat mengganggu produksi hormon melatonin yang membantu tubuh merasa mengantuk. Dilansir dari HealthyChildren.org, anak yang menggunakan gawai menjelang waktu tidur lebih berisiko mengalami kesulitan tidur atau memiliki durasi tidur yang lebih pendek. Padahal, tidur yang cukup berperan penting dalam proses pertumbuhan, perkembangan otak, serta kemampuan belajar anak. Karena itu, para ahli menyarankan agar penggunaan perangkat digital dihentikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.
Mengurangi Interaksi Sosial
Anak belajar banyak hal melalui interaksi langsung dengan orang-orang di sekitarnya. Bermain bersama teman, berbicara dengan orang tua, maupun berkomunikasi dengan anggota keluarga merupakan bagian penting dalam perkembangan kemampuan sosial. Jika terlalu banyak menghabiskan waktu di depan layar, kesempatan anak untuk melatih kemampuan tersebut dapat berkurang. Dalam jangka panjang, kondisi ini berpotensi mempengaruhi kemampuan anak dalam bekerja sama, berempati, dan membangun hubungan dengan orang lain.
Bagaimana Orang Tua Mengatur Screen Time?
Para ahli menyarankan agar orang tua tidak hanya membatasi durasi penggunaan gawai, tetapi juga memperhatikan kualitas konten yang dikonsumsi anak. Pendampingan selama anak menggunakan perangkat digital juga menjadi faktor penting agar mereka memperoleh manfaat dari teknologi.
American Academy of Pediatrics menyarankan orang tua membuat aturan penggunaan gawai yang konsisten sesuai usia anak. Selain itu, orang tua juga dapat mengajak anak melakukan aktivitas lain seperti membaca buku, bermain di luar rumah, berolahraga, atau melakukan kegiatan kreatif bersama keluarga. Dengan cara tersebut, anak tetap dapat memanfaatkan teknologi tanpa mengabaikan kebutuhan perkembangan fisik, sosial, maupun emosinya.
Screen time merupakan bagian dari kehidupan modern yang sulit dihindari. Namun, penggunaan yang berlebihan dapat memberikan dampak terhadap perkembangan emosi, konsentrasi, kualitas tidur, dan kemampuan sosial anak. Memahami dampak screen time menurut psikologi dapat membantu orang tua menerapkan kebiasaan digital yang lebih sehat. Dengan pendampingan yang tepat, pembatasan waktu penggunaan layar, serta keseimbangan antara aktivitas digital dan aktivitas di dunia nyata, anak dapat tumbuh dan berkembang secara lebih optimal.