The Girl with The List Soroti Cerita Ibu yang Harus Angkat Empedu 6 Hari Usai Melahirkan
- https://www.tiktok.com/@abigailprtr/video/7662843887202929933?_r=1&_t=ZS-985xBSFTIX4
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Akun TikTok The Girl with The List kembali menyoroti realita kehamilan yang jarang dibicarakan terbuka lewat sebuah video stitch bersama seorang ibu baru yang harus menjalani operasi pengangkatan kandung empedu hanya enam hari setelah melahirkan. Dalam video tersebut, sang ibu menceritakan bagaimana ia harus mempelajari efek samping baru dari kehamilan dan persalinan hampir setiap harinya, satu hal yang menurutnya tidak pernah benar-benar dijelaskan siapa pun sebelum ia mengalaminya sendiri.
Ternyata Bukan Kasus Langka
Yang membuat cerita ini semakin mengejutkan bagi sang ibu adalah betapa umumnya kasus ini ternyata terjadi. Dalam video tersebut, ia menceritakan bahwa tepat sebelum menjalani operasi, seorang ayah yang kebetulan berada di ruang tunggu yang sama menyebutkan bahwa istrinya juga akan menjalani operasi pengangkatan empedu serupa. Tak berhenti di situ, beberapa temannya yang juga baru melahirkan ternyata pernah mengalami kondisi yang sama dan harus menjalani prosedur serupa setelah persalinan mereka.
Sang ibu turut mengungkapkan keheranannya karena begitu ia mencari informasi lebih lanjut di internet, ternyata sudah banyak sekali cerita serupa dari ibu-ibu lain yang mengalami masalah empedu usai melahirkan. Ironisnya, ia baru mengetahui betapa umumnya kondisi ini setelah mengalaminya sendiri, bukan dari edukasi seputar kehamilan yang ia terima sebelumnya, sebuah pola yang sejalan dengan keluhan umum banyak ibu baru soal minimnya informasi jujur seputar efek samping kehamilan yang sesungguhnya.
Kenapa Kehamilan Bisa Memicu Masalah Empedu
Klaim soal keterkaitan antara kehamilan dan masalah empedu ini sebenarnya sejalan dengan temuan medis yang sudah lama diketahui dunia kesehatan. Dikutip dari ScienceDirect, lonjakan hormon estrogen selama kehamilan meningkatkan kadar kolesterol dalam empedu, sementara hormon progesteron memperlambat kontraksi kandung empedu, dua faktor yang bersama-sama mempercepat pembentukan endapan maupun batu empedu. Jurnal yang sama mencatat bahwa endapan empedu dapat terjadi pada sekitar 30 persen kehamilan, batu empedu pada sekitar 12 persen kasus, dan sekitar 1 hingga 3 persen ibu hamil akhirnya harus menjalani operasi pengangkatan empedu dalam satu tahun pertama pascamelahirkan.