Eldest Daughter Syndrome Sedang Ramai Dibahas, Studi Ungkap Anak Sulung Lebih Rentan Mengalami Kecemasan
- https://depositphotos.com/id/photos/anxiety-child.html?offset=100
Gaya Hidup, VIVA Mindset –Belakangan ini, istilah Eldest Daughter Syndrome semakin sering muncul di media sosial. Banyak perempuan yang merupakan anak sulung mengaku merasa “terwakili” oleh istilah tersebut karena menggambarkan pengalaman mereka yang sejak kecil terbiasa memikul tanggung jawab lebih besar dibanding saudara lainnya.
Tak sedikit yang mengaku baru menyadari bahwa tekanan yang mereka rasakan sejak kecil ternyata juga dialami banyak anak perempuan sulung lainnya. Lantas, benarkah menjadi anak sulung membuat seseorang lebih rentan mengalami tekanan emosional?
Apa Itu Eldest Daughter Syndrome?
Menurut para psikolog yang dikutip Parents, Eldest Daughter Syndrome menggambarkan pola ketika anak perempuan sulung mendapatkan tanggung jawab lebih besar dibanding saudara lainnya.
Dalam banyak keluarga, anak perempuan sulung sering kali tanpa sadar mengambil peran sebagai “tangan kanan” orang tua. Mereka diharapkan menjadi teladan bagi adik-adiknya, membantu mengurus rumah, menjaga adik saat orang tua sibuk, atau menjadi sosok yang bisa diandalkan dalam berbagai situasi. Tak jarang, mereka juga merasa harus terlihat kuat dan dewasa meski usianya masih anak-anak.
Di balik peran tersebut, tentu ada banyak sisi positif. Anak sulung umumnya tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan memiliki jiwa kepemimpinan. Namun, ketika tuntutan itu datang terus-menerus tanpa diimbangi ruang untuk menjadi anak, beban emosional bisa muncul.
Lalu Apakah Benar Anak Sulung Lebih Rentan Mengalami Gangguan Mental?
Pengalaman yang digambarkan Eldest Daughter Syndrome membuat banyak orang bertanya-tanya apakah tekanan yang dirasakan anak sulung memang berkaitan dengan kesehatan mental mereka. Pertanyaan tersebut kemudian menjadi salah satu hal yang turut disoroti dalam penelitian terbaru mengenai urutan kelahiran.
Penelitian Menemukan Anak Sulung Lebih Rentan Mengalami Kecemasan
Sebuah penelitian yang dikutip Motherly, menemukan adanya hubungan antara urutan kelahiran dan kesehatan mental. Penelitian yang menganalisis data rekam medis lebih dari 182.477 anak itu menunjukkan bahwa anak sulung memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan kecemasan dibandingkan saudara yang lahir setelahnya.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut, anak sulung diketahui 48% lebih mungkin didiagnosis mengalami gangguan kecemasan dan 35% lebih mungkin mengalami depresi dibandingkan anak yang lahir kemudian. Sementara itu, anak tunggal juga menunjukkan kecenderungan serupa, yakni lebih berisiko mengalami kecemasan maupun depresi dibandingkan anak yang memiliki saudara kandung yang lebih tua. Namun, penelitian ini tidak menjelaskan bahwa urutan kelahiran menjadi penyebab utama kondisi tersebut.