Ariana Grande Ambil Jalur Hukum usai Musik dan Video Rahasia Berulang Kali Dibocorkan

Ariana Grande gugat peretas atas kebocoran lagu
Sumber :
  • https://www.instagram.com/p/DTZD4E0FIY8/

Musik, VIVA MindsetKebocoran karya yang belum dirilis kembali memicu perdebatan serius mengenai perlindungan hak cipta para musisi dunia. Ariana Grande menggugat peretas anonim karena diduga berulang kali mencuri lagu, foto, serta video yang belum dirilis.

img_title Evolusi Musik Hiphop Dan Karakter Audio Khas Artis YG Entertainment

Menurut gugatan tersebut, tindakan itu tidak hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak kepercayaan bersama para penggemarnya. Kasus ini menjadi pengingat bahwa menghargai karya kreatif sama pentingnya dengan menikmati setiap hasilnya secara resmi.

Ariana Grande Menggugat Peretas Anonim atas Dugaan Pencurian Konten Pribadi

img_title Spekulasi Vault Tracks Debut Taylor’s Version, I'd Lie Sampai EP Beautiful Eyes Digadang Masuk

Dilansir melalui Billboard, Ariana Grande mengajukan gugatan perdata di Pengadilan Los Angeles pada Senin, 27 Juli 2026. Gugatan itu menuduh peretas anonim melanggar privasi, melanggar undang-undang peretasan komputer California, serta melakukan pencurian konten kreatif yang belum dirilis.

Para pelaku diduga membobol akun fotografer dan produser yang bekerja bersama penyanyi tersebut. Aksi itu disebut melanggar hukum sekaligus merusak hubungan istimewa antara artis dan para penggemarnya.

img_title Lagu Tomorrow, Today JJ Project Genap Berusia 9 Tahun

Melalui gugatan ini, Ariana Grande berharap identitas para pelaku dapat segera terungkap secara resmi. Langkah hukum tersebut juga diharapkan mencegah kejahatan serupa menimpa kreator lain pada masa mendatang.

Puluhan Lagu Belum Dirilis Diduga Bocor dan Dijual di Dark Web

Melansir dari People, kebocoran karya terjadi berulang sejak awal perjalanan karier musiknya pada 2011. Pada 2023 saja, sebanyak 45 lagu yang belum dirilis diduga berhasil dicuri para pelaku.

Selain lagu, foto, video, dan rekaman proses kreatif ikut tersebar tanpa izin pemilik resminya. Konten tersebut bahkan diduga diperjualbelikan melalui dark web dengan nilai yang cukup besar.

Ariana Grande menilai tindakan itu menyebabkan kerugian serius terhadap karier serta privasinya. Tim hukumnya menegaskan seniman berhak menentukan waktu terbaik membagikan karya kepada publik.

Gugatan Bertujuan Mengungkap Identitas Pelaku di Balik Serangan Siber

Dikutip dari Variety, gugatan menyasar pihak anonim yang masih menggunakan identitas John Doe. Tim hukum meminta jalur pengadilan membantu membuka identitas pelaku melalui proses hukum yang berlaku.

Ariana Grande ingin setiap orang yang terlibat mempertanggungjawabkan tindakan melawan hukum tersebut sepenuhnya. Gugatan itu juga menekankan pentingnya memberikan efek jera bagi pelaku kejahatan digital serupa.

Halaman Selanjutnya
img_title