Aransemen Lagu Stevie Wonder Itu Merusak Telinga atau Terlalu Jenius untuk Anda?
- https://www.youtube.com/watch?v=7CrXRIUtNss
Musik, VIVA Mindset –Musik populer hari ini membuat telinga banyak orang terbiasa dengan pola yang mudah ditebak. Empat akord yang diulang, ritme yang konsisten, dan struktur lagu yang hampir seragam menjadi standar kenyamanan pendengar modern. Akibatnya, ketika mendengar lagu Stevie Wonder, tidak sedikit orang yang langsung merasa musiknya terlalu ramai, terlalu penuh, bahkan terdengar berantakan. Padahal, benarkah aransemen lagu Stevie Wonder memang "merusak telinga"? Ataukah justru telinga kita yang sudah terlalu dimanjakan oleh musik sederhana sehingga kesulitan mencerna komposisi yang jauh lebih kompleks?
Inilah pertanyaan yang layak diajukan. Sebab, semakin dalam karya-karya Stevie Wonder dipelajari, semakin jelas bahwa apa yang terdengar "aneh" bagi sebagian pendengar sebenarnya merupakan hasil pemikiran musikal yang sangat matang.
Mengapa Banyak Orang Menganggap Aransemen Stevie Wonder Terlalu Rumit
Salah satu alasan paling jelas adalah kepadatan aransemen. Berbeda dengan banyak lagu pop yang hanya mengandalkan vokal, drum, gitar, dan bas, Stevie Wonder sering mengisi satu lagu dengan berbagai lapisan instrumen secara bersamaan. Bas elektrik bergerak aktif, keyboard memainkan beberapa lapis harmoni, synthesizer menghadirkan tekstur baru, sementara perkusi dan instrumen tiup mengisi ruang yang berbeda tanpa saling bertabrakan.
Sekilas, semua itu memang terdengar seperti kekacauan. Namun jika didengarkan secara cermat, setiap instrumen memiliki fungsi yang jelas. MusicRadar menjelaskan bahwa pendekatan Stevie Wonder terhadap aransemen merupakan perpaduan antara groove, harmoni jazz, dan eksperimen suara elektronik yang menghasilkan identitas musik yang sangat khas.
"Stevie Wonder's songs are masterclasses in groove, harmony and arrangement." Dikutip dari artikel "Stevie Wonder: 10 songs every keyboard player should study" di MusicRadar.
Sinkopasi yang Membuat Pendengar Awam Kehilangan Pegangan
Hal lain yang sering membuat lagu Stevie Wonder terdengar "tidak nyaman" adalah penggunaan sinkopasi. Sinkopasi adalah teknik ketika aksen ritme justru ditempatkan pada ketukan yang tidak biasa. Akibatnya, pendengar yang terbiasa dengan pola ritme lurus sering merasa lagu tersebut seperti "meleset" dari ketukan normal.
Contoh terbaik terdapat pada Superstition. Riff clavinet yang menjadi ciri khas lagu ini tidak mengikuti pola pop sederhana. Justru karena ketukan-ketukan tersebut saling bertabrakan secara sengaja, lagu ini memiliki groove yang sangat kuat dan terus dipelajari hingga sekarang oleh musisi funk di seluruh dunia.