Lebih Metal dari Metal: Ketika Tetabuhan Gamelan Jawa Menjadi Senjata Band Death-Thrash UNTU

Artwork single "Batara Kala". Death-thrash rasa gamelan, dari Yogyakarta untuk dunia.
Sumber :
  • https://www.youtube.com/watch?v=m4zahPODCPc&list=RDm4zahPODCPc&start_radio=1

Musik, VIVA Mindset –Bayangkan distorsi gitar yang menggeram brutal, tiba-tiba beradu dengan dentuman gong dan demung yang selama ini identik dengan keheningan sakral panggung wayang. Bukan sekadar tempelan eksotis, tapi benturan dua dunia yang seharusnya tak pernah bertemu.

img_title Evolusi Musik Hiphop Dan Karakter Audio Khas Artis YG Entertainment

Itulah yang ditawarkan UNTU, proyek musik eksperimental yang menggabungkan kekerasan death-thrash metal dengan tetabuhan gamelan Jawa. Di balik proyek ini ada sosok Dr. Sean Hayward, komposer, peneliti, sekaligus pengajar yang akrab disapa "Mas Seno" oleh rekan-rekan musisinya di Yogyakarta.

Melalui UNTU, Hayward dan kawan-kawan membuktikan satu hal: gamelan Jawa bukan cuma warisan budaya yang harus dijaga dalam etalase kaca, melainkan punya energi magis dan agresif yang, dalam konteks tertentu, terasa "lebih metal dari metal" itu sendiri.

img_title Spekulasi Vault Tracks Debut Taylor’s Version, I'd Lie Sampai EP Beautiful Eyes Digadang Masuk

Sosok Dr. Sean Hayward: Dari California ke Gamelan Jawa

Sean Hayward adalah komposer, performer, peneliti, dan etnomusikolog yang berbasis di dua kota: Surakarta, Jawa Tengah, dan Los Angeles, Amerika Serikat. Ia menempuh pendidikan musik hingga jenjang doktoral (DMA) dan sempat mengajar komposisi serta gamelan kontemporer di California Institute of the Arts (CalArts).

img_title Lagu Tomorrow, Today JJ Project Genap Berusia 9 Tahun

Ketertarikannya pada musik Indonesia bermula sejak masa studi sarjananya di University of California, Santa Cruz, ketika ia terlibat dalam sebuah komposisi untuk gitar listrik dan gamelan Bali. Dari titik itu, minatnya berkembang jauh lebih dalam. Ia mendirikan Gamelan Suara Baru, kolektif gamelan di CalArts, dan kelak menerima beasiswa Fulbright ke Indonesia untuk memperdalam calung Banyumas serta memperkuat kolaborasi dengan musisi Jawa.

Bagi Hayward, kesamaan energi antara agresi death-thrash metal dan teatrikal gamelan bukan hal yang aneh. Ia melihat bahwa gending Jawa, terutama dalam pertunjukan-pertunjukan yang penuh penghayatan, punya intensitas emosional dan kekuatan ritual yang sejajar dengan kebrutalan musik metal ekstrem yang hanya saja dibungkus dalam idiom yang berbeda.

Bedah Karya UNTU: Senjata Gamelan dalam Distorsi Ekstrem

UNTU pertama kali dibentuk di Los Angeles pada 2014–2015 sebagai kolektif besar beranggotakan sekitar 15 orang. Setelah kembali ke Yogyakarta, formasinya menyusut menjadi unit inti berisi enam musisi: Sean Hayward (gitar, vokal), Aryo Kusumojati (drum), Aristo Axel Tanor (bass), Mustika Garis Sejati (gong), serta duo penabuh demung Suseno Setyo Wibowo dan Susilo Nugroho.

Halaman Selanjutnya
img_title