Lagu Bila dari Aku Jeje Tunjukkan Keberanian Berdamai dengan Masa Lalu
- https://www.instagram.com/p/DZBK2wCE0EY/?utm_source=ig_web_copy_link&igsh=MzRlODBiNWFlZA==
Musik, VIVA Mindset –Tidak semua lagu tentang rindu berakhir dengan kisah untuk kembali bersama. Ada pula lagu yang mengajak pendengarnya melihat bahwa melepaskan masa lalu dan memaafkan apa yang telah terjadi merupakan bagian dari proses bertumbuh. Pesan itulah yang coba disampaikan Aku Jeje melalui single terbarunya, Bila.
Dikutip dari rri.co.id, Bila merupakan single terbaru dari solois Muhammad Zaydan Hasan Mubarok atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Aku Jeje. Lagu bergenre pop folk ini mengangkat kisah seseorang yang masih menyimpan harapan untuk kembali bersama sosok yang dicintai. Nuansa melankolis yang dibangun melalui iringan piano, petikan gitar, dan gesekan biola semakin menguatkan emosi rindu serta penantian yang menjadi benang merah lagu tersebut.
Penantian yang Masih Menyimpan Harapan
Sejak awal, Bila menghadirkan gambaran seseorang yang belum benar-benar selesai dengan masa lalunya. Perasaan rindu masih ada, begitu pula harapan bahwa suatu hari nanti semua akan kembali seperti semula.
Hal itu tergambar melalui lirik seperti "Menunggu dan berharap, engkau datang menjawab" hingga "Doa yang masih sama di setiap harinya." Lirik tersebut menunjukkan bahwa penantian bukan sekadar tentang menunggu seseorang kembali, tetapi juga tentang menjaga harapan yang belum sepenuhnya padam.
Perasaan seperti ini tentu bukan sesuatu yang asing. Ada kalanya seseorang tetap menyimpan doa dan harapan meski belum mengetahui apakah penantian tersebut akan berakhir sesuai keinginannya atau tidak.
Keberanian Terbesar Ada pada Memaafkan
Namun, Bila tidak berhenti pada cerita tentang kerinduan. Lagu ini justru menghadirkan sudut pandang yang lebih dalam melalui pesan tentang keberanian untuk berdamai dengan masa lalu.
Masih dikutip dari rri.co.id, lagu ini berbicara mengenai keberanian yang mungkin menjadi salah satu hal paling sulit dilakukan seseorang, yakni memaafkan masa lalu agar dapat membuka lembaran baru. Bukan keberanian untuk menyerah, melainkan keberanian menerima apa yang telah terjadi tanpa terus terjebak dalam luka yang sama.
Pesan tersebut terasa semakin kuat melalui bagian lirik "Memaafkan semua yang telah berlalu." Kalimat sederhana itu menjadi titik balik perjalanan emosional dalam lagu. Setelah melewati penantian, harapan, dan kerinduan, pendengar diajak melihat bahwa langkah untuk melanjutkan hidup sering kali dimulai dari kesediaan memaafkan.