Socrates dan Lingkaran Skandal Keagamaan, Peran Intelektual dalam Krisis Demokrasi Athena

Ilustrasi patung Socrates, filsuf besar dari masa Yunani Kuno.
Sumber :
  • Freepik

MindsetAthena, kota demokratis yang penuh dengan kebijaksanaan dan intelektualitas, pernah mengalami masa-masa kelam yang diwarnai oleh skandal keagamaan dan upaya kudeta oligarki. Krisis ini tidak hanya mencoreng reputasi demokrasi Athena. Tetapi juga membuka mata akan dampak individu-intelektual yang tidak menghormati tradisi keagamaan dan mengkhianati prinsip-prinsip demokrasi.

KPU Kabupaten Kuningan Bakal Gelar Peluncuran Pilkada, Songsong Pesta Demokrasi 2024

Pada masa perang dengan Sparta, terungkap sejauh mana kerusakan yang dapat disebabkan oleh individu yang tidak menghargai adat keagamaan masyarakat Athena.

Pada tahun 415 SM, malam sebelum ekspedisi angkatan laut besar ke Sisilia, patung dewa Hermes yang melambangkan pelindung para pelancong dimutilasi.

Lenin dan Pengembangan Marxisme, Studi Kasus Kritis atas Rusia Abad ke-20

Tindakan ini diduga dilakukan oleh mereka yang ingin menghentikan ekspedisi tersebut. 

Alcibiades, salah satu pengagum terbesar Socrates yang turut memimpin ekspedisi tersebut, dituduh mencemooh upacara keagamaan dan membocorkan rahasia suci kepada orang luar. Beberapa di antaranya diadili dan dieksekusi.

Peran Alcibiades dalam Krisis Skandal Keagamaan 

Kontribusi Friedrich Engels dalam Pengembangan Pemikiran Marxisme

Alcibiades, yang sebelumnya juga terlibat dalam skandal keagamaan, diundang untuk menghadapi sidang.

Halaman Selanjutnya
img_title