Socrates dan Lingkaran Skandal Keagamaan, Peran Intelektual dalam Krisis Demokrasi Athena

Ilustrasi patung Socrates, filsuf besar dari masa Yunani Kuno.
Sumber :
  • Freepik

MindsetAthena, kota demokratis yang penuh dengan kebijaksanaan dan intelektualitas, pernah mengalami masa-masa kelam yang diwarnai oleh skandal keagamaan dan upaya kudeta oligarki. Krisis ini tidak hanya mencoreng reputasi demokrasi Athena. Tetapi juga membuka mata akan dampak individu-intelektual yang tidak menghormati tradisi keagamaan dan mengkhianati prinsip-prinsip demokrasi.

Apa Arti dan Perbedaan Quick Count, Real Count, dan Exit Poll dalam Pemilu Indonesia? Penting Tahu!

Pada masa perang dengan Sparta, terungkap sejauh mana kerusakan yang dapat disebabkan oleh individu yang tidak menghargai adat keagamaan masyarakat Athena.

Pada tahun 415 SM, malam sebelum ekspedisi angkatan laut besar ke Sisilia, patung dewa Hermes yang melambangkan pelindung para pelancong dimutilasi.

Idealisme vs Realitas, Konflik Pandangan Plato dan Socrates Menilai Risiko Filsafat bagi Masyarakat

Tindakan ini diduga dilakukan oleh mereka yang ingin menghentikan ekspedisi tersebut. 

Alcibiades, salah satu pengagum terbesar Socrates yang turut memimpin ekspedisi tersebut, dituduh mencemooh upacara keagamaan dan membocorkan rahasia suci kepada orang luar. Beberapa di antaranya diadili dan dieksekusi.

Peran Alcibiades dalam Krisis Skandal Keagamaan 

Kondemnasi Socrates: Mengapa Pengabdian Tak Membawa Penghargaan?

Alcibiades, yang sebelumnya juga terlibat dalam skandal keagamaan, diundang untuk menghadapi sidang.

Halaman Selanjutnya
img_title