Anak Muda Dalam Jeratan Judi Online
- Mindset
Jika melihat data tersebut, anak muda menyumbang cukup banyak persentase yang terdeteksi bermain Judol.
Tidak hanya masuk ke semua kelompok usia, Judol pun bak penyakit yang superior, karena masuk dalam kelompok profesi apapun antara lain: pegawai, pengusaha, pejabat, buruh, petani, dan lain sebagainya.
Artinya, Judol tidak bisa di dikotomi antara wilayah perkotaan dan pedesaan, melainkan masuk dalam ruang geografis manapun.
Rata-rata pemain Judol adalah dari kalangan kelas menengah kebawah atau sebesar 80 persen dengan nilai transaksi dimulai dari 10 ribu sampai 100 ribu.
Sedangkan sisanya kelas menenagah ke atas dengan nilai transaksi dimulai dari 100 ribu sampai 40 milyar.
Penyebab Kaum Muda Terpapar Judi Online
Ence Sopyan menjadi pemantik dalam
- Mindset
Anak muda saat ini disebut juga dengan generasi internet. Setiap harinya mereka menghabiskan kurang lebih 10 jam mengakses internet dalam sehari.
Artinya aktifitas mereka banyak dihabiskan dengan menggunakan smartphone, laptop, smarttv, dan perangkat lainnya yang memungkinkan terkoneksi dengan internet.
Dengan aktifitas itu, anak muda saat ini cepat dalam menangkap informasi tentang apapun apalagi yang berkaitan dengan gaya hidup.
Menurut Elmore, 2014 generasi saat ini cenderung ingin serba instan, terburu-buru, dan tidak menghargai proses.
Hal ini juga yang menjadi penyebab utama anak muda mudah terprovokasi untuk ingin cepat kaya, tidak perlu mengeluarkan energi yang besar, dan bisa mengamankan hidupnya meskipun sesaat.
Salah satu ruang untuk menuju kesana adalah dengan ikut main Judol. Pola pikir sederhana itulah yang menjebak anak muda saat ini, mereka terjerat oleh imajinasi menyesatkan dan mengarakan pada keterpurukan.
Freud menjelaskan jika struktur kepribadian manusia terdiri atas id, ego, dan superego.
Jika id selalu tuntutannya adalah tentang kepuasan dan superego adalah nilai berkembang yang ada di masyarakat, maka peran ego perlu mendamaikan keduanya untuk mengambil keputusan yang terbaik.
Artinya, jika anak muda saat ini sekala orientasi keinginannya bersifat instan dan untuk mencapai kepuasannya dengan Judol. Sedangkan nilai yang berkembang di masyarakat mengenai Judol adalah perbuatan tidak baik dan terjerat hukum.