Penguatan Ekonomi Usaha Ladrang Maniskoe Melalui Inovasi Teknologi dan Manajemen Usaha Terdampak Efisiensi

Wawancara identifikasi Permsalahan pada Mitra Ladrang Maniskoe
Sumber :
  • Istimewa/ VIVA Mindset

VIVA Mindset – Penulis: Sofia Asyriana BR, S.E., M.M. , Adytira Rachman, M.Pd, CPFR , Muhammad Yusuf, S.T., M.T.

img_title GMNI Banyuwangi Gandeng Warga Gelar Cek Kesehatan dan Galang Donasi untuk NTT dalam Semarak HUT ke-81 RI

Wilayah Kabupaten Banyuwangi merupakan destinasi wisata yang terus berkembang pesat, dengan kunjungan wisatawan mencapai 3,4 juta orang pada tahun 2024. Hal ini membuka peluang besar bagi UMKM lokal untuk memasarkan produknya sebagai oleh-oleh khas. Di sisi lain, masyarakat terdampak efisiensi (seperti dirumahkannya pekerja dari perusahaan akibat kesulitan keuangan) memiliki tekad kuat untuk menopang perekonomian keluarga. Salah satunya adalah Ibu Puji Iswanti di Desa Klatak, Kalipuro, yang merintis usaha Ladrang Maniskoe. Produk camilan khas Banyuwangi ini memiliki permintaan pasar yang stabil dan disukai segala usia karena teksturnya yang lebih renyah.

Permasalahan utama yang dihadapi meliputi aspek produksi dan pemasaran. Pada aspek produksi, kapasitas masih sangat rendah (30 kg per minggu) akibat penggunaan alat manual skala rumah tangga dan kompor biasa yang memakan waktu lama, sehingga produsen terpaksa menolak pesanan. Selain itu, alat sering rusak (giginya patah) dan ukuran produk tidak seragam. Pada aspek pemasaran, produk belum memiliki sertifikat P-IRT sehingga belum bisa dipasarkan ke toko oleh-oleh dan swalayan. Pemasaran baru sebatas status WhatsApp, dan kemasan kurang menarik secara visual.

img_title Inovasi Teknologi Tepat Guna pada Usaha Ladrang Maniskoe Kabupaten Banyuwangi

Penyelesaian yang ditawarkan adalah: (1) Fasilitasi mesin penipis dan pencetak adonan skala industri (kapasitas 10-30 kg) serta kompor tekanan tinggi skala industri untuk meningkatkan kapasitas menjadi 30 kg/hari; (2) Fasilitasi pembuatan website, pelatihan digital marketing, dan perbaikan brand image (logo dan kemasan); serta (3) Pendampingan pengurusan legalitas P-IRT.

Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi: (1) Diseminasi Teknologi Tepat Guna (TTG) terkait penggunaan alat baru, (2) Pelatihan pengoperasian dan manajemen perawatan mesin, (3) Pelatihan dan pendampingan pemasaran digital (digital marketing, pembuatan konten online, pengelolaan website), (4) Pelatihan dan pendampingan virtual branding, serta (5) Pendampingan pengurusan izin P-IRT dan kerjasama distribusi.

img_title AISNU Jatim Perluas Program SABDA AI, Guru TK hingga SMP di Lamongan Dibekali Literasi Artificial Intelligence

Kelompok sasaran adalah Kelompok Industri Rumah Tangga (IRT) bernama "Ladrang Maniskoe" yang dipimpin oleh Ibu Puji Iswanti, beranggotakan 5 orang yang produktif secara ekonomi di Lingkungan Sukowidi RT 2 RW 3 Klatak, Kalipuro, Kabupaten Banyuwangi. Potensi utamanya adalah tekad kuat dari anggota keluarga untuk meningkatkan taraf hidup dan minat pasar yang tinggi terhadap camilan. Permasalahan spesifiknya adalah belum maksimalnya sarana prasarana produksi yang memadai, rendahnya pemahaman tentang pemasaran digital (digital marketing), dan ketiadaan izin edar formal.

Halaman Selanjutnya
img_title