TNI AU Rencanakan Tol di Jawa Timur Jadi Alternatif Landasan Pesawat
- https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/02/11/uji-coba-pendaratan-pesawat-tempur-di-jalan-tol-terpeka-2727174.jpg
Militer, VIVA Mindset – TNI AU kini tengah melakukan pematangan terkait rencana dalam pemanfaatan ruas jalan tol di wilayah Jawa Timur yang difungsikan sebagai alternatif landasan pesawat untuk kondisi darurat.
Hal ini dimaksudkan sebagai upaya dalam mendukung keberlangsungan operasi penerbangan militer dan pertahanan udara nasional dalam kondisi nasional apabila lanud mengalami kendala.
Rencana ini disampaikan langsung oleh Wakasau Marsekal Madya TNI, Tedi Rizalihadi di Mabes TNI AU, Cilangkap, Jakarta dalam acara rapat rencana penggunaan ruas tol sebagai landasan alternatif.
Beberapa hal penting yang menjadi poin utama dalam rencana ini, terdiri dari bagaimana kesiapan dan persiapan dengan melibatkan satuan teknis dan prioritas akan keselamatan dan keamanan yang menjadi prioritas utama.
Bahasan mengenai kebutuhan teknis ini mesti dipenuhi supaya ruas jalan tol dapat digunakan sebagai alternatif landasan bagi pesawat TNI AU terutama dalam kondisi darurat.
Wakasau Marsekal Madya TNI, Tedi Rizalihadi mengungkap rencana ruas tol di wilayah Jawa Timur yang akan dijadikan sebagai alternatif landasan pesawat tersebut, yakni Tol Probolinggo-Banyuwangi.
“Itu jadi salah satu rencana, tapi hingga saat ini masih ditinjau,” ungkap Wakasau Marsekal Madya TNI, Tedi Rizahaldi dalam antaranews.com pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Meski begitu, Wakasau Marsekal Madya TNI, Tedi Rizalihadi menekankan pihaknya masih terus mempertimbangkan akan rencana ini karena membutuhkan kecermatan tinggi untuk setiap implementasi dan tahapan kegiatannya.
Kadispenau Marsekal Pertama TNI, I Nyoman Suadnyana menambahkan meskipun Tol Probolinggo-Banyuwangi menjadi salah satu lokasi yang masuk dalam sebagai alternatif landasan pesawat, namun pihaknya hingga kini masih melakukan peninjauan terkait teknis dan keputusan akhirnya hingga lokasi pastinya.
Rencana ruas tol yang akan dijadikan alternatif landasan pesawat saat kondisi darurat ini turut melibatkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) dalam pengimplementasiannya.
Menteri PU, Dody Hanggodo menyebut apabila pembangunan infrastruktur ini terealisasi, maka harus mampu memberikan nilai strategis untuk kepentingan nasional dengan tidak hanya ditujukan sebagai layanan mobilitas masyarakat saja.
Menteri PU turut menambahkan dalam rancangan ruas tol ini diharapkan memiliki fungsi ganda (dual use) di mana nantinya sejumlah ruas tol beroperasi sebagai jalan normal, dan bagian tol lainnya sebagai landasan darurat pesawat tempur.