5 Ciri Tersembunyi Anak Stres Sesuai Usia
Kamis, 16 Oktober 2025 - 14:45 WIB
Sumber :
- Jandhnelson/ https://pixabay.com/id/photos/anak-sedih-muda-orang-435140/
Parenting, VIVA Mindset – Setiap anak punya cara berbeda menghadapi kesulitan. Kondisi penuh tekanan membuat anak merasa tidak nyaman, cemas, atau kewalahan.
Dilansir dari @tentanganak_id di Instagram, stres pada anak tidak selalu terlihat jelas. Kita harus lebih peka. Perhatikan isyarat kecil dari anak.
Baca Juga
Contoh Kisah Sehari-hari:
- Balita (0-3 Tahun): Adik jadi sangat manja. Ia terus minta digendong. Tidurnya sering terbangun. Padahal sebelumnya pola tidurnya teratur. Ini bisa jadi tanda ia stres karena sering ditinggal bekerja.
- Pra-Sekolah (4-6 Tahun): Kakak tiba-tiba sering mengompol. Ia juga jadi lebih rewel dari biasanya. Di sekolah ia mulai menarik diri. Perubahan ini bisa muncul saat ia punya adik baru.
- Anak Sekolah (7-12 Tahun): Anak mulai sering sakit perut. Ia juga mudah marah. Nilai pelajarannya tiba-tiba menurun. Ia sering murung dan tidak fokus. Ia mungkin stres karena tugas sekolah menumpuk. Atau ia sedang punya masalah dengan temannya.
- Remaja (13-17 Tahun): Anak remajamu sering menyendiri. Ia menolak bicara dengan orang tua. Ia menunjukkan sikap berisiko. Ia juga sering mengeluh pusing. Ini bisa jadi tanda tekanan berat di masa remaja. Misalnya masalah pertemanan atau nilai.
Ciri-Ciri Stres Anak Sesuai Usia
- 0-3 Tahun: Lengket berlebihan. Sulit berpisah dari orang tua. Tidur sering terganggu.
- 4-6 Tahun: Lebih manja dari biasa. Kembali ke perilaku bayi. Pola makan berubah.
- 7-12 Tahun: Menutup diri. Menolak interaksi. Khawatir berlebihan. Sulit tidur nyenyak.
- 13-17 Tahun: Murung dan sangat sedih. Perlu pengakuan. Suka ambil risiko. Bersikap agresif.
Waspada Tanda Bahaya
Tanda-tanda bahaya ini membutuhkan perhatian serius:
Menarik diri terus-menerus. Tidak mau bicara. Cemas berlebihan. Ada keluhan fisik berulang. Contohnya pusing, sakit perut, atau hilang nafsu makan.
Cara Sederhana Bantu Anak Tenang
- Ajarkan pada anak trik "Napas Balon", yaitu tarik napas lewat hidung 5 detik. Bayangkan perut mengembang seperti balon. Buang napas lewat mulut 5 detik.
- Ciptakan "Tempat Istimewa", artinya ajaklah anak duduk nyaman. Minta ia bayangkan tempat yang bikin tenang.
- Berilah hiburan positif, seperti memilih aktivitas menyenangkan dan edukatif. Sesuaikan dengan usia anak.
Halaman Selanjutnya