5 Ciri Tersembunyi Anak Stres Sesuai Usia

Ekspresi sedih anak yang sedang tidak nyaman
Sumber :
  • Jandhnelson/ https://pixabay.com/id/photos/anak-sedih-muda-orang-435140/

Parenting, VIVA Mindset – Setiap anak punya cara berbeda menghadapi kesulitan. Kondisi penuh tekanan membuat anak merasa tidak nyaman, cemas, atau kewalahan.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

Dilansir dari  @tentanganak_id di Instagram, stres pada anak tidak selalu terlihat jelas. Kita harus lebih peka. Perhatikan isyarat kecil dari anak.

 

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

​Contoh Kisah Sehari-hari:

  1. ​Balita (0-3 Tahun): Adik jadi sangat manja. Ia terus minta digendong. Tidurnya sering terbangun. Padahal sebelumnya pola tidurnya teratur. Ini bisa jadi tanda ia stres karena sering ditinggal bekerja.
  2. ​Pra-Sekolah (4-6 Tahun): Kakak tiba-tiba sering mengompol. Ia juga jadi lebih rewel dari biasanya. Di sekolah ia mulai menarik diri. Perubahan ini bisa muncul saat ia punya adik baru.
  3. ​Anak Sekolah (7-12 Tahun): Anak mulai sering sakit perut. Ia juga mudah marah. Nilai pelajarannya tiba-tiba menurun. Ia sering murung dan tidak fokus. Ia mungkin stres karena tugas sekolah menumpuk. Atau ia sedang punya masalah dengan temannya.
  4. ​Remaja (13-17 Tahun): Anak remajamu sering menyendiri. Ia menolak bicara dengan orang tua. Ia menunjukkan sikap berisiko. Ia juga sering mengeluh pusing. Ini bisa jadi tanda tekanan berat di masa remaja. Misalnya masalah pertemanan atau nilai.
img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

 

​Ciri-Ciri Stres Anak Sesuai Usia

  1. ​0-3 Tahun: Lengket berlebihan. Sulit berpisah dari orang tua. Tidur sering terganggu.
  2. 4-6 Tahun: Lebih manja dari biasa. Kembali ke perilaku bayi. Pola makan berubah.
  3. 7-12 Tahun: Menutup diri. Menolak interaksi. Khawatir berlebihan. Sulit tidur nyenyak.
  4. 13-17 Tahun: Murung dan sangat sedih. Perlu pengakuan. Suka ambil risiko. Bersikap agresif.

 

​Waspada Tanda Bahaya

​Tanda-tanda bahaya ini membutuhkan perhatian serius:

Menarik diri terus-menerus. Tidak mau bicara. Cemas berlebihan. Ada keluhan fisik berulang. Contohnya pusing, sakit perut, atau hilang nafsu makan.

 

​Cara Sederhana Bantu Anak Tenang

  1. ​Ajarkan pada anak trik "Napas Balon", yaitu tarik napas lewat hidung 5 detik. Bayangkan perut mengembang seperti balon. Buang napas lewat mulut 5 detik.
  2. ​Ciptakan "Tempat Istimewa", artinya ajaklah anak duduk nyaman. Minta ia bayangkan tempat yang bikin tenang.
  3. Berilah hiburan positif, seperti  memilih aktivitas menyenangkan dan edukatif. Sesuaikan dengan usia anak.
Halaman Selanjutnya
img_title