Anak Sulit Belajar? Pahami 4 Tips Ini, Ayah, Bunda!
- https://www.apa.org/topics/children/stress
Parenting, VIVA Mindset –Belajar adalah aktivitas yang membutuhkan fokus konsentrasi lebih banyak. Daya berpikir dan kesungguhan perlu dilatih dalam diri anak. Sedangkan usia anak-anak adalah usia ingin selalu bermain dan bergerak. Aktivitas belajar yang selalu berfokus pada buku di atas meja belajar selalu membawanya kejenuhan dan kebosanan.
Hal inilah yang menjadikan belajar menjadi proses yang amat sulit bagi seorang anak. Terlebih lagi, jika jenis kecerdasan anak tidak terletak dalam teori dan angka. Meskipun, itu bukan alasan bagi anak untuk tidak belajar. Belajar tetap wajib, karena menuntut ilmu wajib adanya pula. Kesulitan dan kemudahan dalam belajar tentu akan dialami oleh semua anak.
Membantu anak yang kesulitan belajar menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Orang tua harus mampu menciptakan ruang belajar yang konsisten, bebas gangguan, atau bahkan jadwal belajar yang teratur dengan waktu istirahat yang direncanakan. Berikan dukungan emosional selama proses belajar, berikut 4 tips bagi orang tua jika anak anda mengalami kesulitan dalam belajar.
1. Ciptakan lingkungan yang mendukung
Tentukan bentuk ruang belajar, sediakan area khusus ketenangan, rapi, dan pencahayaan cukup terang untuk mengerjakan tugas, PR, murni terbebas dari TV atau video game.
Buat rutinitas dengan menetapkan waktu belajar konsisten setiap hari, namun tetap sisipkan waktu istirahat, camilan, dan kegiatan menyenangkan agar pikiran anak tetap segar. Misalkan dengan belajar selama 1 jam dalam 1 hari, atau membaca 1 buku dalam 3 hari.
Minimalkan gangguan dengan mengurangi interupsi pada anak. Seperti contoh gunakan batas “zona bebas ponsel” selama jam belajar. Atau mengurangi porsi media sosial dalam setiap pekan
2. Ajarkan ketrampilan
Ajarkan anak untuk memecah tugas besar menjadi langkah-langkah kecil yang lebih mudah dikelola agar tidak terasa terlalu berat. Ajarkan belajar aktif, dikatakan mampu dorong anak untuk menggunakan teknik seperti mencatat (dengan kata-kata atau gambar), yang membantu fokus dan daya ingat.
Perhatikan gaya belajar anak. Kenali gaya belajar anak agar mereka bisa belajar dengan cara yang paling sesuai bagi mereka.