7 Bahasa Cinta Anak, Kuncinya Cukup Hadir Sepenuhnya
- https://unsplash.com/id/foto/pria-afrika-ceria-dengan-pakaian-kasual-menghabiskan-waktu-luang-dengan-putra-yang-lucu-dan-bersenang-senang-ayah
Parenting, VIVA Mindset – Semua orang tua ingin anaknya merasa bahagia. Anak merasa dicintai dan merasa nyaman ketika mengetahuinya. Tapi seringkali kamu begitu sibuk mencari nafkah. Waktu untuk anak berkurang. Kamu pun bisa jadi lupa cara menyampaikan cinta yang benar.
Dilansir dari @kakakmal di Instagram, tahukah kamu bahwa ternyata ada 7 bahasa cinta anak yang sangat sederhana? Meski sederhana, 7 bahasa cinta anak ini memiliki dampak luar biasa. Yuk, cermati ke-7 bahasa cinta anak di bawah ini.
- Doa yang Terdengar
Contoh: Ucapkan, "Ya Allah, lancarkan urusan anakku hari ini." Biarkan anak dengar. Doa orang tua adalah energi. Anak merasa spesial saat tahu ia disebut dalam doamu.
- Pelukan Hangat
Contoh: Setiap pagi sebelum sekolah, berikan pelukan erat dan tepuk punggungnya. Sentuhan fisik itu penyalur rasa aman dan damai. Ciuman di kening sebelum tidur adalah penutup hari yang sempurna.
Contoh: Saat anak bercerita tentang capung di taman, simpan dulu ponselmu. Tatap mata anak dengan penuh kasih. Dengarkan sungguh-sungguh ceritanya tentang capung itu. Kehadiran fisik saja tidaklah cukup, kamu perlu hadir secara mental juga. Ini semua dapat membangun kepercayaan diri anak.
- Waktu Khusus
Contoh: Sisihkan 15 menit tanpa gangguan setiap hari. Bukan saat kamu mencuci piring. Bermainlah lego bersama anak. Bacalah buku cerita. Atau sekadar duduk diam di teras. Ini adalah quality time yang berharga.
- Kejutan Kecil
Contoh: Selipkan catatan kecil di kotak bekal. Tulis, "Semangat belajar, anak hebatku." Hadiah tidak harus mahal. Kejutan sederhana menunjukkan perhatian tulus. Ini membuat anak merasa diingat dan dihargai.
- Kata-Kata Positif
Contoh: Ganti kritik dengan apresiasi. Ucapkan, "Mama bangga lihat kamu rajin membantu." Hindari kata, "Kenapa nilaimu jelek?" Katakan, "Mama yakin besok kamu bisa lebih baik." Afirmasi positif seperti ini dapat memupuk rasa percaya diri.
- Mendengar Tanpa Menghakimi
Contoh: Saat anak mengeluh habis dimarahi guru, dengarkan dulu semuanya. Jangan langsung menyalahkan. Tahan diri untuk memberi nasehat instan. Anak butuh telinga, bukan ceramah. Setelah anak tenang, baru berikan arahan lembut.