Anak Sering Batuk? Bisa Jadi Bukan Flu, Tapi Efek Asap Rokok di Sekitarnya!
- https://www.pexels.com/photo/woman-smoking-cigarette-4663158/
Parenting, VIVA Mindset – Udara yang tampak tenang di dalam rumah bisa jadi menyimpan ancaman yang tak terlihat. Asap rokok dan uap rokok elektrik (vape) yang terhirup setiap hari, bahkan dalam kadar kecil, ternyata dapat menjadi musuh utama bagi kesehatan anak-anak.
Dokter Spesialis dari UKK Respirologi Ilmu Kesehatan Anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Cynthia Centauri Sp.A. Subsp. Resp. (K), mengingatkan bahwa paparan asap rokok dan vape bukan hanya berbahaya bagi perokok aktif, tapi juga bagi anak-anak yang tinggal di lingkungan yang sama.
“Asap rokok dan rokok elektronik menjadi polutan yang berbahaya, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Bahkan residunya yang menempel di furnitur tetap bersifat toksik bagi anak,” ujarnya dalam diskusi kesehatan di Jakarta, Kamis, 9 Oktober 2025. Dikutip dari antaranews.com
Menurut dr. Cynthia, bahaya rokok datang dalam tiga bentuk:
- Perokok aktif – orang yang mengisap rokok langsung.
- Perokok pasif (secondhand smoke) – orang yang menghirup asap di sekitar.
- Perokok tersier (thirdhand smoke) – paparan dari residu zat kimia beracun yang menempel di dinding, pakaian, dan perabot rumah.
Anak-anak sangat mudah menjadi korban dari paparan jenis ketiga ini. Zat berbahaya dari asap rokok bisa menempel di karpet tempat mereka bermain, di bantal tempat mereka tidur, hingga di baju orang tua yang baru saja merokok.
“Residunya tidak hilang begitu saja. Anak yang bermain di sekitar permukaan yang terpapar bisa menyerap zat beracun itu lewat kulit atau pernapasan,” jelas dr. Cynthia.
Efeknya tidak main-main. Anak yang sering terpapar asap rokok lebih rentan mengalami asma, bronkitis, hingga pneumonia. Tak berhenti di situ, paparan jangka panjang juga bisa menghambat pertumbuhan.
“Penelitian menunjukkan bahwa semakin lama anak terpapar asap rokok, semakin tinggi risiko stunting dan tinggi badan yang lebih rendah dibandingkan anak yang tidak terpapar,” ujarnya.
Partikel halus dalam asap rokok yang disebut PM (Particulate Matter) memiliki ukuran sangat kecil sehingga mampu menembus saluran napas dan masuk ke peredaran darah. Hal ini memicu peradangan sistemik, menurunkan daya tahan tubuh, dan membuat anak lebih mudah sakit.