Wahai Ayah Bunda, Jangan Ragu Memuji Anak
- https://try.discoverchildcare.co.nz/2022/11/how-to-give-children-proper-praise/
Parenting, VIVA Mindset –Semakin berkembangnya era teknologi, akses pengetahuan lebih mudah dan lebih kompleks. Sama halnya dengan ketakutan orang tua dalam berkomunikasi dengan anaknya. Ada orang tua yang takut dan ragu memuji anaknya. Karena merasa pujian itu akan menjadikan si anak terlalu percaya diri dan terbuai dalam pujian.
Pada dasarnya, anak dilahirkan dengan keluguan dan kepolosan. Pujian tidaklah selalu mendatangkan keterbuaian dalam keasyikan dipuji. Dari pujian anak akan merasa percaya diri dan mendapat dukungan. Pujian menjadikan anak merasa dianggap dan dirasakan keberadaannya.
Tetapi, pujian bisa menjadi pedang bermata dua. Jika pujian yang diberikan pada anak dilakukan secara berlebihan, pujian itu akan membunuh karakter anak secara perlahan. Anak akan tumbuh dengan permintaan pengakuan, validasi atas dirinya. Kepercayaan diri yang awalnya muncul akan tergerus realita seiring bertumbuh dewasa sang anak.
Puji anak sewajarnya dan sekadarnya. Jangan takut dan ragu memuji anak. Tetapi juga seimbangkan pujian itu dengan dukungan pada anak. Peneliti Universita Columbia, Claudia Mueller dan Carol Dweck menemukan bahwa anak-anak yang dipuji karena kecerdasan mereka dibandingkan dengan usaha menyebabkan anak akan tumbuh dan terfokus pada hasil, bukan proses. Jika anak terfokus pada hasil, akan tertanam dalam diri anak bahwa kegagalan adalah suatu kebodohan.
Penelitian menemukan bahwa anak diri yang seringkali dipuji ia akan cenderung berhati-hati dalam menjawab pertanyaan, kurang percaya diri, kurang gigih dalam mengerjakan tugas yang sulit dan kurang mau berbagi ide. Berbanding dengan anak yang mendapat pujian sekadarnya, ia tidak perlu merasa sulit dalam merespon suatu masalah atau suatu pertanyaan.
Peneliti Universitas Clark, Wendy Grolnick menambahkan bahwa “Dorongan orang tua terhadap strategi pembelajaran membantu anak-anak membangun rasa tanggung jawab pribadi dan – kendali – atas karir akademis mereka”
Peneliti Mueller dan Dweck menemukan fakta bahwa anak-anak yang dipuji atas usaha mereka menunjukkan minat lebih besar dalam belajar, menunjukkan kegigihan dan kesenangan yang lebih besar. Anak-anak tersebut akan mampu mengaitkan kegagalan dengan kurangnya usaha.