Anak Kedua Umumnya Santai, Mandiri dan Sedikit Berontak

Anak kedua dapat makan sendiri
Sumber :
  • /https://unsplash.com/id/foto/ibu-dan-anak-perempuan-asia-makan-kue-di-meja-makan-di-rumah-X-hebyh6yd8

Parenting, VIVA Mindset –Anak kedua seringkali tumbuh dengan karakter unik. Mereka umumnya tampil lebih santai, mandiri, dan terkadang sedikit memberontak. ​Keberadaannya membuat suasana rumah jadi lebih ramai. Tetapi tahukah kamu, bahwa ada penjelasan ilmiah di balik sifat-sifat ini? Yuk ikuti penjelasannya yang berasal dari @motherandbeyond_id di Instagram.

img_title Cara Mengatur Waktu Belajar dan Bermain Anak

 

​Mengapa Anak Kedua Lebih Kompetitif dan Mandiri?

img_title Orang Tua Wajib Tahu, Ini Cara Tepat Mengawasi PR Anak

 

​Anak kedua punya dorongan kuat dibandingkan dengan saudaranya. Mereka berusaha mengejar "ketertinggalan" dari kakaknya. Ini membuat anak kedua lebih kompetitif (berani bersaing).

img_title Homeschooling atau Sekolah Formal? Ini Pertimbangannya

 

​Mereka juga menjadi lebih mandiri. Mereka cepat beradaptasi dengan lingkungan. Contohnya

​sejak kecil, mereka mungkin sudah terbiasa melakukan sesuatu sendiri.

  1. ​Mereka belajar mengikat tali sepatu lebih cepat.
  2. ​Mereka berani mencoba hal baru tanpa harus ditemani.

 

​Hasil dari sifat kompetitif dan mandiri itu, anak kedua memiliki tiga keunggulan utama:

  1. ​Adaptif: mereka luwes dan mudah menyesuaikan diri.
  2. ​Cepat belajar: mereka memiliki semangat tinggi untuk menguasai hal baru.
  3. ​Punya empati tinggi: mereka terlatih membaca situasi dan perasaan orang lain.

 

​Contoh di kehidupan sehari-hari:

​Perhatikan anak kedua pada saat bermain. Dia mungkin ikut dalam permainan kakak tanpa banyak rewel. Dia akan cepat belajar aturan baru. Jika kakaknya sedang sedih, dia mungkin yang pertama menghibur. Dia sudah terbiasa "berjuang" di tengah dinamika keluarga. Ini yang membuatnya lebih tangguh.

 

​Sains Mendukung Sifat "Berontak"

 

​Sebuah penelitian dari Journal of Human Resources (2017) menemukan hal menarik. Anak kedua, terutama anak laki-laki, cenderung berperilaku lebih menentang. Mengapa demikian?

​Orang tua biasanya lebih longgar pada anak kedua. Pengalaman mengurus anak pertama membuat aturan menjadi lebih santai. Anak kedua lebih merasakan kebebasan ini.

 

​Kebebasan ini mendorong mereka untuk bereksplorasi. Mereka berani mendobrak batasan yang ada. Sifat memberontak ini bukanlah hal buruk. Ini adalah wujud dari kemandirian dan keberanian mengambil risiko.

 

​Mereka tumbuh menjadi individu yang tidak takut beda. Mereka punya solusi kreatif untuk masalah. Mereka siap mengambil jalan yang berbeda dari kakaknya.

​

​Karakter santai, mandiri, dan sedikit "berontak” dapat menjadi aset berharga. Sifat ini bukan sekadar sifat bawaan. Karakter ini merupakan hasil dari upaya mereka. Anak kedua berkembang dengan baik. Mereka unggul dalam adaptasi dan empati.

Halaman Selanjutnya
img_title