Membangun Emotional Safety dalam Keluarga

Pria dan wanita dewasa bercengkerama
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/wanita-menangis-dengan-masker-wajah-25461676/

Parenting, VIVA Mindset –Rumah seharusnya menjadi tempat seseorang merasa aman untuk menjadi dirinya sendiri. Namun, rasa aman tidak hanya berkaitan dengan ada atau tidaknya ancaman secara fisik. Dalam keluarga, seseorang juga membutuhkan emotional safety atau keamanan emosional agar dapat mengungkapkan perasaan, menyampaikan kebutuhan, dan menjadi rentan tanpa takut dihakimi atau ditolak.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

Ketika keamanan emosional tidak terbentuk, komunikasi dalam keluarga dapat perlahan menjauh. Anak mungkin memilih diam, pasangan enggan membicarakan masalah, atau anggota keluarga mulai terbiasa menyembunyikan perasaan. Karena itu, membangun emotional safety menjadi bagian penting dalam menciptakan hubungan keluarga yang sehat.

Apa itu Emotional Safety?

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

Emotional safety adalah kondisi ketika seseorang merasa cukup aman untuk membagikan pikiran, perasaan, dan kebutuhannya tanpa takut mendapatkan konsekuensi negatif seperti kritik, penolakan, penghakiman, atau ancaman.

Menurut advancedcounselingbozeman.com, emotional safety memungkinkan seseorang merasa aman untuk menjadi rentan dalam sebuah hubungan. Ketika rasa aman ini ada, tubuh juga dapat merasa lebih rileks, seseorang lebih nyaman mengungkapkan perasaan, merasa didengar dan dipahami, serta memiliki kepercayaan bahwa orang lain mempertimbangkan kepentingannya.

img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

Sebaliknya, hubungan yang tidak memberikan keamanan emosional dapat membuat seseorang terus berada dalam kondisi waspada. Kritik terus-menerus, manipulasi emosional, gaslighting, ancaman, perilaku yang tidak menghargai, kurangnya empati, pengkhianatan kepercayaan, hingga perilaku yang tidak dapat diprediksi dapat merusak rasa aman tersebut.

Mengapa Emotional Safety Penting dalam Keluarga?

Anak belajar mengenai hubungan bukan hanya dari nasihat yang diberikan orang tua, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dan alami setiap hari. Cara orang tua menghadapi konflik, mengekspresikan emosi, meminta maaf, atau merespons kesalahan dapat menjadi contoh bagi anak dalam memahami bagaimana sebuah hubungan seharusnya berjalan.

Jika rumah dipenuhi ketegangan, pertengkaran, atau kebiasaan menghindari masalah, anak dapat belajar bahwa konflik merupakan sesuatu yang harus ditakuti atau dihindari. Sebaliknya, ketika keluarga mampu menghadapi perbedaan dengan komunikasi yang sehat, anak dapat melihat bahwa konflik tidak selalu berarti hubungan akan berakhir.

Emotional safety juga memberikan ruang bagi setiap anggota keluarga untuk memiliki perbedaan. Anak tidak harus selalu memiliki pendapat yang sama dengan orang tua agar tetap merasa dihargai. Begitu pula orang tua dapat menunjukkan bahwa mengakui kesalahan bukan berarti kehilangan wibawa.

Halaman Selanjutnya
img_title