Benarkah Budaya Patriarki Jadi Salah Satu Pemicu Fatherless di Indonesia?

Ayah dan putranya bermain mobil-mobilan dihalaman rumah
Sumber :
  • https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-imut-4934420/

Parenting, VIVA Mindset​Indonesia kini berhadapan dengan tantangan pengasuhan yang cukup serius. Berdasarkan data Pemutakhiran Pendataan Keluarga 2025 yang dirilis oleh kalteng.kemendukbangga.go.id, angka fatherless di Indonesia mencapai 25,8% atau dialami oleh satu dari empat keluarga. Istilah fatherless atau father hunger sendiri merujuk pada kondisi ketika anak tumbuh tanpa kehadiran atau keterlibatan yang bermakna dari sosok ayah, baik secara fisik maupun psikologis.

img_title Menjaga Mental Parents: Panduan Atasi Burnout Pengasuhan Anak

​Banyak pihak bertanya-tanya, mengapa keterlibatan ayah dalam pengasuhan di tanah air masih tergolong rendah? Salah satu akar masalah utama yang kerap luput dari perhatian adalah masih kentalnya budaya patriarki di tengah masyarakat.

​Hubungan Patriarki dengan Fenomena Fatherless

img_title Screentime Sehat: Trik Bijak Mengatur Penggunaan Gadget Anak

​Menurut ulasan di portal kalteng.kemendukbangga.go.id, budaya patriarki menempatkan peran ayah sebatas pencari nafkah dan bukan pengasuh aktif. Pembagian peran dalam tatanan masyarakat patriarkal ini cenderung dibatasi secara kaku berdasarkan gender:

  • ​Stigma Ayah Hanya "Pencari Nafkah": Pandangan tradisional menempatkan pria sebatas pemenuh kebutuhan finansial keluarga. Ketika kebutuhan fisik anak tercukupi, peran ayah dianggap sudah selesai, sehingga ayah cenderung menarik diri dari urusan pengasuhan emosional harian.
  • ​Pengasuhan Dianggap Tugas Domestik Ibu: Budaya patriarki membentuk persepsi bahwa mendidik dan merawat anak adalah tanggung jawab penuh seorang ibu. Hal ini menciptakan fenomena di mana ayah tinggal satu rumah, namun secara emosional tetap terbatas atau asing bagi anak.
  • ​Rendahnya Literasi Pengasuhan pada Pria: Karena tidak dibiasakan sejak dini untuk mengurus hal-hal domestik atau pengasuhan, banyak pria merasa canggung dan cenderung menyerahkan seluruh urusan anak kepada ibu.
img_title Kenalan Yuk Apa Itu Breadcrumbing serta Ciri-Ciri dan Dampaknya

​Dampak Ketidakhadiran Ayah bagi Tumbuh Kembang Anak

​Padahal, sosok ayah memiliki peran yang tidak kalah krusial dibandingkan ibu. Berdasarkan ulasan psikologi dari klikpsikolog.com, keterlibatan aktif ayah dapat membantu membentuk regulasi emosi, merangsang perkembangan kognitif, serta meningkatkan keterampilan komunikasi dan kematangan sosial anak saat berinteraksi dengan lingkungan luar.

​Sebaliknya, ketiadaan figur ayah yang bermakna berisiko meninggalkan kekosongan emosional yang berpotensi memicu ketidakstabilan emosi, rendahnya rasa percaya diri, hingga hambatan dalam interaksi sosial anak.

Halaman Selanjutnya
img_title