Galileo Galilei, Ilmuan Besar Italia yang Merevolusi Ilmu Astronomi dan Metode Ilmiah
- Stock Montage/Getty Images
Mindset – Galileo Galilei, seorang filsuf alam, astronom, dan matematikawan Italia, memberikan kontribusi mendasar dalam ilmu gerak, astronomi, dan kekuatan material, serta dalam pengembangan metode ilmiah.
Ia juga membuat penemuan teleskopis revolusioner, termasuk empat bulan terbesar Jupiter.
Galileo lahir di Pisa, Tuscany, pada 15 Februari 1564. Ia adalah putra tertua dari Vincenzo Galilei, seorang musisi yang memberikan kontribusi penting pada teori dan praktik musik.
Galileo memiliki ketertarikan awal pada matematika, meskipun ayahnya berharap ia menjadi dokter.
Namun, Galileo mengubah haluan dan memutuskan untuk menjadikan matematika dan filsafat sebagai profesi.
Karir Galileo Galilei
Pada awal 1570-an, keluarga Galileo pindah ke Florence, di mana Galileo menghadiri sekolah biara di Vallombrosa dan kemudian mendaftar di Universitas Pisa pada tahun 1581.
Meskipun awalnya berencana untuk belajar kedokteran, ia jatuh cinta dengan matematika dan filsafat.
Pada tahun 1585, Galileo meninggalkan universitas tanpa gelar dan mulai memberikan pelajaran pribadi di Florence dan Siena.
Galileo kemudian merancang sebuah keseimbangan hidrostatik baru dan menulis traktat singkat "La bilancetta" yang membahasnya.
Selama periode ini, ia juga memulai studinya tentang gerak, yang terus ia kembangkan selama dua dekade berikutnya.
Puncak Karir dan Penemuan Teleskopis Ciptaan Galileo Galilei
Galileo Galilei, filsuf alam, astronom, dan matematikawan Italia.
- Scala/Art Resource, New York
Pada tahun 1588, Galileo mengajukan permohonan untuk kursi matematika di Universitas Bologna, namun tidak berhasil.
Namun, reputasinya terus meningkat, dan pada tahun yang sama, ia diundang untuk memberikan dua kuliah di Accademia Fiorentina, kelompok sastra bergengsi, tentang susunan dunia dalam "Inferno" karya Dante.
Ia juga menemukan teorema yang canggih tentang pusat gravitasi yang mendapat pengakuan di kalangan matematikawan.
Pada tahun 1589, Galileo memperoleh kursi matematika di Universitas Pisa. Dimana ia melakukan eksperimen menjatuhkan benda-benda berat dari Menara Miring terkenal, membuktikan bahwa kecepatan jatuhnya tidak proporsional dengan beratnya, sebagaimana diklaim oleh Aristoteles.
Namun, serangan Galileo terhadap Aristoteles membuatnya tidak populer di kalangan rekan-rekannya, dan kontraknya tidak diperpanjang pada tahun 1592.
Meskipun mengalami masalah keuangan, Galileo mendapatkan kursi matematika di Universitas Padua pada tahun yang sama.