Bobi Wine: Jaga TPS dari Kecurangan Museveni
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/13/protect-the-vote-bobi-wine-opposition-brace-for-tense-uganda-election
Uganda, VIVA Mindset – Kampala, Uganda – Pemimpin oposisi Bobi Wine mengajak jutaan pemilih tetap berjaga di tempat pemungutan suara pada pemilu presiden Kamis, 15 Januari 2026, untuk "melindungi suara" dari potensi kecurangan Presiden Yoweri Museveni yang berkuasa 40 tahun, di tengah tekanan militer, penangkapan pendukung, dan kekhawatiran internasional akan pemilu tidak adil.
Oposisi National Unity Platform (NUP) memperingatkan akan demonstrasi massal jika terjadi manipulasi, dengan 21 juta pemilih menghadapi pilihan krusial antara status quo atau revolusi pemuda.
Bobi Wine mengonfirmasi strategi tersebut dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 13 Januari 2026.
“Jangan tinggalkan TPS setelah voting; lindungi suara Anda dari pencurian seperti 2021, kami sudah siapkan aplikasi pemantau via Bluetooth untuk cegah blackout internet,” katanya kepada pendukung.
Ia menambahkan kampanye NUP sering diganggu gas air mata, pemukulan polisi, dan penahanan massal, meski Museveni klaim tindakan itu demi keamanan pemilu.
Amnesty International mengecam represi pemerintah melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
“Kampanye brutal dengan gas, semprotan, dan kekerasan sistematis terhadap pendukung Bobi Wine menunjukkan represi pra-pemilu untuk jamin kemenangan Museveni,” tegasnya.
Sementara itu, pendukung seperti Ssalongo Adam Mwanje menuntut Uganda bebas korupsi dengan pekerjaan bagi pemuda, di mana 70 persen penduduk di bawah 30 tahun menderita pengangguran tinggi.
Pemilu ini menentukan nasib Uganda pasca-40 tahun Museveni, yang ubah konstitusi hapus batas usia dan masa jabatan demi kekuasaan abadi.
Bobi Wine, eks bintang pop berusia 43 tahun, incar kemenangan kedua setelah 35 persen suara 2021, sementara pesaing lain seperti Mugisha Muntu kalah saing.
Hingga kini, pengamat internasional dan pengacara Bobi Wine peringatkan risiko kekerasan pasca-pemilu.