Dunia Bereaksi, Trump Ancam Iran Protes Berdarah
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/13/world-reacts-to-iran-protests-us-military-threats-against-tehran
Iran, VIVA Mindset – Tehran, Iran – Dunia bereaksi beragam terhadap protes anti-pemerintah di Iran yang memasuki minggu ketiga pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan klaim ratusan demonstran tewas akibat represi keamanan dan ancaman militer AS di bawah Presiden Donald Trump, di tengah pemadaman internet total dan tuduhan intervensi asing yang memanaskan ketegangan global.
Berbagai pemimpin negara dan organisasi internasional mendesak dialog sekaligus mengecam kekerasan, sementara Tehran peringatkan balasan keras jika Washington bertindak militer.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi sikap tegas tersebut dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 13 Januari 2026.
“Iran tidak cari konflik tapi siap hadapi segala kemungkinan, termasuk ancaman militer AS terhadap Tehran; kami tuntut dunia hormati kedaulatan kami,” katanya.
Ia menambahkan bahwa 109 personel keamanan tewas, meski kelompok oposisi klaim korban sipil jauh lebih tinggi dan belum diverifikasi secara independen.
Presiden AS Donald Trump mengecam rezim Iran melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
“Militer AS sedang pertimbangkan opsi sangat kuat untuk lindungi demonstran damai; Iran harus hentikan pembantaian atau hadapi konsekuensi,” tegasnya di Air Force One.
Sementara itu, pembicara parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf peringatkan pasukan AS dan Israel jadi target sah jika Trump serang, di tengah demo pendukung pemerintah bersorak "Mati Amerika".
Reaksi internasional memperburuk krisis Iran yang dipicu ambruknya rial akibat sanksi nuklir, dengan protes kini tuntut akhir pemerintahan teokrasi sejak akhir Desember.
PBB dan LSM seperti Amnesty International desak investigasi independen korban jiwa ribuan, sementara Teluk seperti Qatar mediasi cegah perang.
Hingga kini, Trump umumkan tarif 25 persen buat negara dagang dengan Iran tanpa tanda eskalasi militer langsung.