Mahasiswa India Terjebak: "Mimpi Buruk" di Dhaka

Potret seorang mahasiswa india di Dhaka Medical College
Sumber :
  • https://www.aljazeera.com/features/2026/1/13/a-nightmare-fear-grips-indian-students-in-bangladesh-amid-unrest

Bangladesh, VIVA Mindset – Dhaka, Bangladesh – Mahasiswa India terjebak mimpi buruk akibat kerusuhan politik pada Selasa, 13 Januari 2026, dengan ketakutan terus-menerus menghadapi sentimen anti-India, kekerasan minoritas Hindu, dan pemadaman internet yang lumpuhkan studi medis mereka, di tengah pembunuhan aktivis Os Hadi yang dituding lari ke India memicu demonstrasi baru jelang pemilu Februari.

img_title Tarique Rahman: Dari Pengasingan 17 Tahun Kembali Raih Kemenangan Besar Pemilu Bangladesh

Ribuan pelajar medis dari India kini dikurung di asrama kampus dengan jam malam jam 8 malam, merasakan permusuhan lokal setelah awalnya merasa aman di Dhaka.

Khan, mahasiswa kedokteran asal Haryana India, mengonfirmasi situasi mencekam tersebut dilansir dari Al Jazeera, Selasa, 13 Januari 2026. 

img_title WHO Konfirmasi Kasus Nipah Mematikan di Bangladesh

"Kota yang dulu ramah kini jadi penjara; sejak protes anti-Hasina Juli 2024, kami tak keluar asrama kecuali ke pasar dekat kampus, sementara pembunuhan Os Hadi Desember picu serangan verbal dan tuduhan mata-mata India," katanya.

Ia menambahkan kuliah dan ujian tertunda berulang, lulusan 2024 kini masih stuck, dengan kesehatan mental hancur akibat isolasi dan ancaman minoritas.

img_title TikTok Jadi Senjata Rahasia Pemilu Bangladesh 2026

Vaibhav, mahasiswa Hindu India, mengecam diskriminasi melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera. 

"Penguji kasar saat tahu saya India Hindu; sejak Hasina jatuh, serangan minoritas naik tajam karena kebijakan Modi, sementara asrama tutup jam 8 malam jadikan kami tahanan," tegasnya.

Sementara itu, Jitendra Singh dari All India Medical Students Association laporkan ratusan email panik dan desak Modi evakuasi jika situasi memburuk.

Krisis ini memaksa mahasiswa India tinggalkan rutinitas sosial demi keselamatan, dengan Dhaka National Medical College terapkan larangan keluar malam dan visa ditutup sementara. 

Pemerintah Yunus klaim serangan Hindu politis bukan agama, tapi AIMSA tuntut Kementerian Luar Negeri India bertindak cepat.

Hingga kini, tak ada estimasi kapan studi normal kembali di tengah ketidakpastian pemilu.