Pemilu Uganda Dibuka di Tengah Blackout Internet dan Ancaman Kekerasan
- https://www.aljazeera.com/news/2026/1/15/polls-open-in-uganda-amid-crackdown-fears-of-violence-internet-blackout
Uganda, VIVA Mindset –Tempat pemungutan suara (TPS) dibuka pada Kamis pagi, 15 Januari 2026, untuk pemilu presiden dan parlemen di tengah ketegangan ekstrem akibat pemadaman internet nasional, represi aparat terhadap oposisi, dan kekhawatiran kekerasan pasca-pemilu saat Presiden Yoweri Museveni usia 81 tahun incar periode ketujuh lawan musisi Bobi Wine.
Sebanyak 21,6 juta pemilih hadapi proses yang ditandai penundaan TPS, intimidasi polisi, dan tuduhan manipulasi daftar pemilih.
Simon Byabakama, Ketua Komisi Pemilu Uganda, mengonfirmasi pembukaan TPS tersebut dilansir dari Al Jazeera, Kamis, 15 Januari 2026.
"Pemungutan suara dimulai pukul 07.00 waktu setempat meski beberapa TPS tertunda akibat logistik; blackout internet diterapkan untuk cegah penyebaran informasi palsu, dengan hasil resmi diumumkan 48 jam setelah penutupan," katanya.
Ia menambahkan 353 kursi DPR dan 146 perwakilan wanita diperebutkan bersamaan, dengan Museveni unggul polling pra-pemilu.
Robert Kyagulanyi alias Bobi Wine mengecam represi melalui pernyataannya yang dikutip Al Jazeera.
"Internet mati, agen kami ditangkap, TPS dikuasai militer; ini pemilu curang untuk pertahankan diktator 40 tahun, rakyat Uganda tolak kekerasan tapi siap bela suara kami," tegasnya dari markas NUP.
Sementara itu, pendukung NRM yakinkan kemenangan telak Museveni di wilayah pedesaan.
Pemilu ini jadi ujian krusial bagi Uganda dengan 70 persen pemilih pemuda hadapi pengangguran dan korupsi kronis.
Oposisi tuduh ribuan nama dihapus dari daftar pemilih dan polisi blokir akses TPS oposisi.
Hingga kini, belum ada laporan insiden besar meski pengamat internasional catat pelanggaran prosedur di Kampala.