Menentukan Pola Asuh Kepada Anak Generasi Alpha di Era Digital
- https://www.pexels.com/id-id/pencarian/anak%20digital/
Parenting, VIVA Mindset – Anak-anak Gen Alpha yang lahir rentang tahun 2010 – 2024 dikenal sebagai generasi yang paling dekat dengan teknologi. Hal ini karena sejak kecil mereka sudah berdampingan dengan gadget, internet, dan media sosial. Karakter anak Generasi Alpha memiliki beberapa ciri khas. Mereka cenderung menyukai solusi yang praktis dan instan, memiliki rasa percaya diri yang tinggi, menyukai kebebasan, serta sangat terbiasa dengan teknologi informasi. Kemudahan akses informasi membuat mereka cepat belajar, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan tersendiri bagi orang tua.
Dilansir dari Jurnal Sentra Pendidikan Anak Usia Diniyang berjudul “Parenting Anak Berkualitas di Generasi Alpha” orang tua memiliki tantangan yang cukup berat dalam membangun karakter dan kesehatan mental anak. Di era digital, anak-anak lebih sering belajar dari media sosial dibanding bertanya langsung kepada orang tua. Komunikasi pun banyak dilakukan melalui perangkat digital. Karena itu, orang tua perlu memahami pola asuh yang sesuai dengan karakter zaman. Terdapat beberapa pola dan strategi pengasuhan yang dapat diterapkan orang tua dalam mendidik anak Generasi Alpha.
Pertama, ayah dan ibu harus kompak dalam mendidik anak. Konsistensi menjadi kunci agar anak tidak bingung. Misalnya, dalam aturan penggunaan gadget, orang tua tidak boleh saling bertentangan antara memperbolehkan dan melarang.
Kedua, orang tua perlu menjadi contoh yang baik. Anak cenderung meniru perilaku yang mereka lihat setiap hari. Jika orang tua menunjukkan sikap jujur, sopan, dan disiplin, anak akan lebih mudah mengikuti.
Ketiga, membangun komunikasi yang efektif. Orang tua disarankan rutin bertanya tentang aktivitas anak di sekolah atau keseharian mereka. Komunikasi yang terbuka membantu anak tumbuh lebih percaya diri dan merasa dihargai.
Keempat, menerapkan kedisiplinan sejak dini. Hal sederhana seperti merapikan mainan, membersihkan tempat tidur, dan menyelesaikan tugas dapat melatih tanggung jawab anak.
Kelima, konsistensi dalam aturan. Anak perlu memahami mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan, disertai penjelasan yang mudah dimengerti.
Keenam, memberikan pujian dan sentuhan kasih sayang. Apresiasi atas perilaku positif akan memperkuat karakter anak dan membuat mereka merasa dihargai.