Ayah Sibuk Gadget, Anak Belajar Mengabaikan: Dampak Tersembunyi Technofeference
- https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-laki-laki-lelaki-smartphone-4260638/
Parenting, VIVA Mindset –Di era digital, smartphone menjadi bagian dari keseharian hampir setiap orang. Namun, di balik kemudahan teknologi, ada dampak yang sering tidak disadari, terutama dalam hubungan orang tua dan anak. Kehadiran fisik saja tidak cukup jika perhatian justru teralihkan pada layar ponsel.
Dilansir dari edufic.id, kebiasaan orang tua yang sibuk dengan gadget dapat membentuk cara anak memandang perhatian, hubungan, dan kehadiran orang terdekatnya.
Anak Belajar dari Apa yang Mereka Lihat
Anak adalah peniru yang sangat baik. Mereka tidak hanya mendengar nasihat, tetapi juga mengamati perilaku orang tua setiap hari. Ketika ayah lebih sering menatap layar ponsel dibanding menatap anak, pesan yang tertanam adalah perhatian bukan prioritas.
Kondisi ini membuat anak perlahan belajar mengabaikan kehadiran orang lain. Bahkan, mereka dapat meniru pola tersebut dalam pertemanan dan hubungan sosial di masa depan.
Fenomena Technofeference dalam Keluarga
Dilansir dari edufic.id, interaksi orang tua yang terganggu teknologi dikenal sebagai technofeference. Kondisi ini terjadi ketika komunikasi dan kedekatan emosional terpecah karena kehadiran perangkat digital.
Penelitian menunjukkan bahwa anak dari orang tua yang sering menggunakan smartphone di depan mereka cenderung memiliki ekspresi positif yang lebih sedikit. Anak juga menunjukkan usaha lebih besar untuk mendapatkan perhatian, seperti berperilaku berlebihan atau mudah rewel.
Dampak Waktu Layar terhadap Struktur Otak Anak
Teknologi tidak hanya memengaruhi hubungan emosional, tetapi juga perkembangan otak anak.
Screen Time dan White Matter
Dilansir dari edufic.id, riset MRI pada anak prasekolah menemukan bahwa screen time tinggi berhubungan dengan integritas white matter yang lebih rendah pada jalur bahasa dan literasi.
White matter berperan penting dalam kemampuan berpikir, komunikasi, dan proses belajar. Jika kualitasnya menurun, anak berpotensi mengalami kesulitan fokus dan memahami informasi.
Gangguan Fokus Akibat Smartphone
Penelitian EEG pada anak usia 5 hingga 8 tahun menunjukkan bahwa kehadiran smartphone di dekat anak saat mengerjakan tugas dapat menurunkan frekuensi theta frontal. Kondisi ini berkaitan dengan kontrol perhatian yang lebih rendah.