Saat “Anak Orang Lain” Jadi Tantangan! Apa Respon yang Tepat?
- https://www.freepik.com/free-photo/silbiling-playing-together-their-room_21086249.htm
Parenting, VIVA Mindset – Menghadapi perilaku anak lain yang tidak ramah, agresif, atau melanggar batasan bisa membuat orang tua bingung terutama ketika itu terjadi di depan mata kita dan orang tua mereka tampak tidak menyikapinya sejalan dengan kita. Artikel dari Janet Lansbury tentang “Problems With Other People’s Children” memberikan panduan objektif dan penuh empati tentang bagaimana membantu anak kita memahami situasi sosial yang tidak nyaman, sekaligus merespon tanpa memicu ketegangan yang tak perlu. Sumber ini menjelaskan situasi nyata di mana anak-anak menemukan perilaku yang mengusik dari anak lain, dan bagaimana kita dapat bertindak tepat tanpa menambah rasa takut atau konflik.
Pertanyaan umum yang sering muncul adalah: “Bagaimana cara bertindak saat anak saya disodok, didorong, atau diperlakukan kasar oleh anak lain?” dan “Apa yang harus saya lakukan ketika orang tua lain tidak menghentikan perilaku itu?” Lansbury menggarisbawahi bahwa yang paling penting adalah menjaga ruang emosional dan fisik anak kita tetap aman tanpa bereaksi dengan marah atau panik karena reaksi emosional kita bisa membuat situasi terasa lebih menakutkan bagi anak.
Strategi yang dianjurkan adalah intervensi yang tepat waktu, tenang, dan tidak menghakimi, sehingga anak kita merasa didukung dan belajar tentang batasan secara sehat. Jika perilaku anak lain tampak berpotensi menyakiti, orang tua dapat turun tangan lebih awal, dengan cara yang lembut namun tegas, menjelaskan bahwa tindakan tersebut tidak aman. Misalnya, mengatakan dengan suara tenang “Ayo kita tidak dorong-dorongan karena ini bisa membuat temanmu jatuh” sambil berada di dekatnya untuk mencegahnya terulang. Respon ini membuat anak melihat bahwa batasan itu penting, tanpa menimbulkan suasana tegang atau “ancaman”.
Hal penting lain yang diangkat adalah melepaskan harapan untuk mengendalikan reaksi orang tua lain. Kita tidak punya kontrol atas bagaimana mereka memilih menanggapi situasi itu, tetapi kita bisa mengontrol cara kita sendiri merespon. Menetapkan batasan dengan tenang dan penuh hormat justru memberi contoh kepada anak tentang bagaimana menavigasi perbedaan dalam hubungan sosial tanpa adanya agresi atau konflik besar.