Sering Memar Tanpa Sebab? Waspadai Kekurangan Vitamin Balita!
- https://www.freepik.com/free-photo/portrait-girl-sitting-white-bed-looking-her-injured-elbow_3882677.htm
Parenting, VIVA Mindset – Sering melihat balita mudah memar setelah bermain atau bahkan tanpa benturan yang jelas bisa membuat orang tua cemas. Di artikel BabyCenter mengenai mengapa balita mudah memar dan apa hubungan dengan kekurangan vitamin anak, dijelaskan bahwa hal ini bisa jadi lebih dari sekadar kulit tipis biasa, bisa saja merupakan petunjuk bahwa tubuh anak memerlukan lebih banyak nutrisi penting.
Memar terjadi ketika pembuluh darah kecil di bawah kulit pecah, membuat darah menggenang di jaringan sekitarnya. Pada balita yang aktif, memar kecil di lutut atau siku sering kali dianggap wajar. Ini bagian dari proses eksplorasi mereka di dunia yang penuh lompat dan lari. Namun jika memar tampak sangat mudah muncul, luas, atau tanpa sebab yang jelas, ini bisa menjadi sinyal bahwa nutrisi penting anak belum optimal.
Salah satu faktor yang sering dikaitkan dengan balita mudah memar adalah kekurangan beberapa vitamin esensial. Misalnya, vitamin C berperan penting dalam produksi kolagen. Kolagen Adalah struktur protein yang menjaga kekuatan pembuluh darah dan jaringan kulit. Ketika tubuh anak kekurangan vitamin C, pembuluh darah bisa menjadi rapuh sehingga lebih mudah pecah saat mendapat benturan sekecil apa pun.
Begitu juga vitamin K, yang sangat penting dalam proses pembekuan darah. Kekurangan vitamin K dapat memperlambat kemampuan tubuh membentuk gumpalan darah sehingga memar menjadi lebih sering dan lebih mudah terjadi. Ini bisa terjadi pada balita yang kurang mengonsumsi sayuran hijau atau sumber vitamin K lainnya.
Selain itu, beberapa kasus dapat berkaitan dengan kekurangan nutrisi lain seperti vitamin B-12 atau folat (B-9), yang juga memengaruhi kesehatan pembuluh darah dan sel darah. Ketika kadar nutrisi ini kurang, pembuluh darah anak bisa lebih rentan terhadap tekanan dan benturan sehari-hari.
Meski begitu, tidak semua memar berarti kekurangan vitamin. Kadang balita yang sangat aktif dan gemar bermain keras memang cenderung memar lebih sering, karena kulit mereka lebih tipis dan pembuluh darah lebih dekat ke permukaan kulit dibanding orang dewasa.