Parenting Stress? Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasinya
- https://www.freepik.com/free-photo/close-up-tired-mom-taking-care-newborn-baby_19122052.
Parenting, VIVA Mindset –Banyak orang tua merasa kewalahan ketika tanggung jawab membesarkan anak terasa terlalu berat. Istilah parenting stress merujuk pada kondisi ketika tuntutan peran sebagai orang tua jauh melebihi kemampuan untuk mengatasinya. Dalam artikel ParentingScience.com, dijelaskan bahwa stres ini bukan sekadar perasaan lelah sesaat, ini adalah tekanan psikologis yang nyata yang bisa memengaruhi kesejahteraan dan hubungan dengan anak.
Apa itu Parenting Stress?
Parenting stress adalah tekanan yang dialami ketika orang tua merasa tidak punya cukup sumber daya baik mental maupun emosional untuk memenuhi tuntutan pengasuhan. Psikolog biasanya mengukur kondisi ini menggunakan Parenting Stress Index (PSI), sebuah skor yang mencerminkan seberapa besar tekanan yang dirasakan orang tua dalam berbagai aspek peran mereka.
Penyebab Utama Parenting Stress
Stres dalam pengasuhan tidak hanya karena “keadaan pikiran”. Ada banyak faktor yang memengaruhi:
- Perasaan tidak percaya diri dalam kemampuan menjadi orang tua, yang disebut parenting self-efficacy. Ketika orang tua merasa tidak mampu, kemungkinan mereka mengalami tekanan meningkat.
- Anak dengan temperamen sulit atau masalah perilaku bisa membuat tugas orang tua terasa lebih berat.
- Kurangnya dukungan sosial, seperti bantuan keluarga atau teman, membuat beban pengasuhan terasa semakin berat.
- Status sebagai orang tua tunggal atau memiliki anak kecil tanpa bantuan bisa memperburuk stres.
Faktor lain juga termasuk masalah kesehatan anak, perilaku agresif, atau kebutuhan khusus yang memerlukan penanganan ekstra.
Bagaimana Parenting Stress Membentuk Kita dan Anak?
Stres dalam pengasuhan tidak hanya berdampak pada orang tua, tetapi juga pada perkembangan anak. Emosi yang berlebihan bisa “menular” kepada anak, bahkan bayi yang belum paham situasi pun dapat merasakan ketegangan orang tua di sekitarnya.
Penelitian menunjukkan bahwa stres tinggi pada orang tua berhubungan dengan:
- Kesulitan fungsi eksekutif pada anak, yang memengaruhi kemampuan konsentrasi dan pengendalian diri.
- Risiko gangguan internalisasi, seperti kecemasan dan depresi pada anak.
- Perilaku agresif atau perilaku menantang yang makin memburuk seiring waktu.
Di sisi lain, pengasuhan yang hangat dan responsif justru dapat meningkatkan kesejahteraan anak dan memperkuat ikatan emosional.