Mengajarkan Self-Compassion Pada Remaja, Kunci Percaya Diri!

Self Compassion
Sumber :
  • https://www.freepik.com/search?format=search&last_filter=query&last_value=self+compassion+teenagers&query=self+compassion+teenagers

Parenting, VIVA Mindset –Dikutip dari Raising Children.net au self-compassion adalah kemampuan bersikap baik pada diri sendiri bahkan ketika hal-hal tidak berjalan sesuai harapan. Remaja cenderung keras pada diri sendiri dan sangat self-conscious sehingga belas kasih diri sangat penting untuk membantu mereka mengatasi kegagalan  kesalahan dan masa-masa sulit secara positif.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

Mengapa Self-Compassion Penting Bagi Remaja

Moms self compassion pada remaja sangat lah penting karena remaja yang memiliki belas kasih diri akan lebih bahagia. Mereka merasa lebih positif tentang diri mereka dan menikmati hidup. Yang kedua berani mencoba mereka memiliki kepercayaan diri untuk mencoba hal-hal baru atau mencoba lagi jika rencana tidak berhasil. Yang ketiga bertanggung jawab Mereka bertanggung jawab atas tindakan mereka tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.  Yang keempat Lebih Tangguh Resilient Mereka lebih tangguh sehingga mampu pulih kembali setelah masa masa sulit yang kelima bisa menjalin hubungan yang lebih baik mereka bergaul dengan baik dengan orang lain dan cenderung lebih berbelas kasih terhadap orang lain Self-compassion juga membantu melindungi remaja dari masalah kesehatan mental seperti kecemasan atau depresi dan mengurangi risiko perilaku melukai diri sendiri atau penyalahgunaan zat.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

Tiga Langkah Mengembangkan Belas Kasih Diri

1. Sadari Perasaan

img_title Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Moms perhatikan ketika anaknya marah, frustrasi, atau kecewa karena hal-hal tidak berjalan sesuai keinginan mereka dan mereka bersikap keras pada diri sendiri. Anda mungkin mendengar mereka berkata "Saya jelek" atau "Saya teman yang mengerikan". Atau mereka mungkin hanya diam dan menarik diri.

2.Validasi Perasaan

Beri tahu anak bahwa wajar untuk merasa sulit dan wajar untuk membuat kesalahan. Katakan bahwa tidak apa-apa merasa sedih marah atau kecewa tetapi tidak boleh bersikap keras pada diri sendiri. Misalnya katakan "Wajar jika merasa tidak senang dengan penampilanmu tapi itu tidak berarti kamu jelek.”

3. Dorong Kebaikan

Dorong anak untuk mengatakan sesuatu yang baik pada diri mereka sendiri. Tanyakan apa yang akan mereka katakan kepada seorang teman yang membuat kesalahan atau mengalami masa sulit. Pilihan yang bisa Anda sarankan adalah."Saya sudah melakukan yang terbaik"  "Kita semua membuat kesalahan kadang-kadang" atau "Saya bisa belajar dari ini.”Melakukan hal-hal baik untuk diri sendiri juga penting. Dorong anak melakukan hal yang membantu mereka merasa lebih baik saat hal-hal tidak berjalan baik seperti berolahraga atau mendengarkan musik.