Sekolah Usia Dini untuk Anak, Perlu Nggak Sih?
- Jcomp/ Freepik/ https://www.freepik.com/free-photo/close-up-girl-child-friends-park-smiling-camera_2523564.htm
Parenting, VIVA Mindset – Masih banyak orang tua yang bingung kapan waktu tepat menyekolahkan anak usia dini, di sekolah apa, dan pakai kurikulum yang seperti apa. Dilansir dari Podcast Mom's Corner, Cici Desri, seorang ahli Montessori, kupas tuntas soal kesiapan anak masuk sekolah dan berbagai hal yang harus diperhatikan oleh orang tua.
Usia Bukan Satu-Satunya Tolok Ukur
Banyak orang tua berpikir anak harus sekolah mulai usia tertentu, misalnya umur 3 atau 4 tahun. Padahal, usia hanyalah salah satu indikator saja. Yang paling penting adalah kesiapan anak secara fisik, bahasa, motorik, dan sosial emosional. Anak usia 0-6 tahun tumbuh kembangnya sangat unik dan tidak bisa disamakan satu dengan yang lain. Jadi jangan buru-buru membandingkan anak dengan teman seusianya.
Kesiapan Bahasa dan Komunikasi
Salah satu aspek penting adalah kemampuan bahasa anak. Tidak perlu anak langsung bisa membaca di usia dini, tapi pengenalan pra baca sangat dianjurkan. Yang penting anak sudah bisa berkomunikasi sederhana, seperti mengungkapkan keinginan dan kebutuhan di sekolah, misalnya mau ke toilet atau minta tolong. Jika anak belum bisa verbal dan mengalami kesulitan komunikasi, ini bisa menyebabkan tantrum dan menolak sekolah. Jadi, orang tua harus observasi dan dukung anak dalam kemampuan bahasa ini.
Motorik Kasar dan Halus Juga Kunci
Selain bahasa, motorik kasar seperti bisa berdiri dengan stabil, berlari, dan motorik halus yang berhubungan dengan kemandirian anak juga sangat penting. Contohnya, anak yang berusia 4-5 tahun harus sudah bisa membuka tutup botol minumnya sendiri dan sedikit mandiri dalam makan. Motorik halus yang terstimulasi sejak dini akan membantu anak lebih siap saat memulai belajar menulis nanti di SD.
Aspek Sosial Emosional
Kemampuan bersosialisasi dan mengatur emosi juga merupakan faktor utama kesiapan sekolah. Anak perlu belajar bergiliran bermain, berteman, hingga punya empati dan tidak melakukan tindakan kasar saat bercanda. Ini aspek yang sering menjadi PR besar orang tua dalam mengedukasi anak sejak dini.
Memilih Kurikulum dan Sekolah yang Sesuai