Bayi Anda Sering Gumoh? Wajar atau Bahaya?

Tenang! Jangan panik saat bayi gumoh
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/seorang-bayi-menguap-sambil-berbaring-di-tempat-tidur-HhymG_RKLU0

Parenting, VIVA Mindset – Bagi banyak orang tua baru, melihat bayi sering gumoh setelah menyusu bisa bikin khawatir. Namun, sebenarnya kondisi ini cukup umum dialami bayi, terutama di bulan-bulan awal kehidupannya. Gumoh biasanya bukan tanda penyakit serius, tapi bagian dari perkembangan sistem pencernaan si kecil yang masih belajar beradaptasi. Yuk, kita bahas lebih dalam apa penyebab gumoh pada bayi, bagaimana cara mengatasinya, dan kapan orang tua perlu waspada.

img_title Penerapan Pengasuhan Positif dalam Membentuk Karakter dan Perkembangan Otak Anak Usia Dini

 

Kenapa Bayi Sering Gumoh?

img_title Mengubah Pola Pengasuhan Anak Remaja: Menjadi Mentor dan Membangun Kemandirian Masa Depan

Gumoh terjadi ketika isi lambung bayi naik kembali ke kerongkongan lalu keluar dari mulut. Ini biasa disebut juga sebagai refluks pada bayi. Penyebab utamanya adalah otot di antara kerongkongan dan lambung (disebut sfingter esofagus bawah) masih lemah, sehingga cairan mudah naik kembali.

Selain itu, beberapa faktor lain juga bisa memicu bayi lebih sering gumoh, seperti minum susu terlalu banyak atau terlalu cepat, posisi menyusui kurang tepat, bayi terlalu aktif setelah menyusu atau perut bayi yang masih kecil dan sensitif

img_title Benarkah Bayi Lahir Caesar Lebih Mudah Sakit? Ini Penjelasan Medisnya

Apakah Gumoh Itu Normal?

Ya, gumoh umumnya normal pada bayi berusia 0–6 bulan. Sebagian besar bayi akan berhenti sering gumoh saat usianya mendekati 12 bulan, ketika otot pencernaan mereka semakin kuat.

Selama bayi tetap tumbuh dengan baik, terlihat sehat, aktif, dan berat badannya naik sesuai grafik, gumoh bukan hal yang perlu terlalu dikhawatirkan.

Kapan gumoh harus diwaspadai?

Meskipun gumoh pada bayi umumnya normal, ada kondisi tertentu yang perlu diwaspadai. Dikutip dari laman BabyCenter jika gumoh disertai muntah berwarna hijau atau berdarah, bayi tampak sangat rewel atau kesakitan, frekuensi gumoh terlalu sering hingga menyebabkan berat badan tidak naik, atau muncul bersama demam dan gejala lain, maka orang tua sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak. Hal ini penting agar penyebabnya bisa diketahui lebih jelas dan bayi mendapatkan penanganan yang tepat.

Cara Mengurangi Gumoh pada Bayi

Meski normal, tentu orang tua ingin mengurangi frekuensi gumoh agar bayi lebih nyaman. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

Halaman Selanjutnya
img_title