Body Shaming dan Mental Anak, Bagaimana Orang Tua Bisa Membantu?
- Marcel Strauß/https://unsplash.com/photos/2-women-in-blue-denim-jeans-and-brown-long-sleeve-shirt-standing-on-green-grass-field-9Ss5JUKAip4
Parenting, VIVA Mindset –Komentar tentang tubuh sering terdengar sepele, padahal kenyataannya bisa saja menimbulkan luka mendalam. Body shaming adalah salah satu bentuk bullying yang kini semakin sering dialami remaja, baik di lingkungan keluarga, sekolah, atau media sosial. Sayangnya, banyak orang tua belum menyadari bahaya body shaming dan betapa serius dampak body shaming terhadap mental anak.
Jika tidak segera ditangani, dampak dari body shaming dapat berkembang menjadi depresi dan membuat anak berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Karena itu, peran orang tua menjadi sangat penting untuk mendampingi anak dan mengajarkan cara sehat menghadapi body shaming.
- Kehilangan Rasa Percaya Diri
Salah satu dampak body shaming yang paling sering terjadi adalah turunnya rasa percaya diri. Remaja mulai membandingkan dirinya dengan orang lain, merasa tidak cukup baik, dan enggan tampil di depan umum. Jika dibiarkan, hal ini bisa memengaruhi prestasi sekolah dan hubungan sosial anak dengan lingkungan sekitarnya.
- Gangguan Kecemasan
Bahaya body shaming tidak hanya sebatas komentar menyakitkan. Remaja bisa mengalami kecemasan berlebihan ketika berada di lingkungan sosial, takut dinilai, atau merasa tidak diterima. Kondisi ini sering berkembang menjadi masalah psikologis yang lebih serius.
- Gangguan Psikologis
Beberapa remaja yang terus-menerus mengalami body shaming rentan terkena gangguan kesehatan mental seperti anxiety disorder hingga binge eating disorder. Mereka bisa mulai mengatur makan secara tidak sehat atau berusaha mengubah tubuh dengan cara ekstrem yang berbahaya.
- Depresi dan Menyakiti Diri Sendiri
Dalam kasus yang lebih berat, dampak body shaming bisa berujung pada depresi. Remaja merasa tidak berharga, kesepian, hingga berpikir untuk menyakiti diri sendiri. Inilah yang membuat peran orang tua menjadi sangat krusial dalam mendampingi dan memberikan dukungan emosional kepada anak.
Tips Menghadapi Tindakan Body Shaming
Berikut beberapa cara yang bisa membantu anak dalam menghadapi komentar negatif yang berisi body shaming:
- Dengarkan Cerita Anak dengan Empati
Salah satu bentuk nyata peran orang tua adalah dengan menjadi pendengar yang baik. Biarkan anak bercerita tentang keluhannya tanpa interupsi atau penilaian. Validasi perasaan mereka agar tidak merasa sendirian.