7 Tips Aman Memandikan Balita 12–24 Bulan

Ilustrasi memandikan bayi dengan aman
Sumber :
  • https://unsplash.com/id/foto/ibu-yang-tidak-dikenali-menggendong-bayi-laki-lakinya-memandikannya-di-bak-plastik-putih-kecil-tutup-dekat-B45aj1NmbO0

Parnting, VIVA Mindset – Memandikan balita di rentang usia 12 hingga 24 bulan bukan sekadar ritual kebersihan tapi juga momen penting yang harus dilakukan dengan hati-hati. Di usia ini anak sudah mulai aktif bergerak, gemar bermain air, dan ingin mandiri. Tanpa pengawasan dan protokol keamanan, risiko tergelincir, tenggelam, atau cedera bisa meningkat. Dikutip dari laman BabyCenter berikut beberapa tips dari agar waktu mandi menjadi pengalaman menyenangkan sekaligus aman.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

1.      Selalu Awasi & Dekatkan dengan Bayi

Di usia ini, anak belum sepenuhnya bisa menjaga dirinya sendiri di air. Pastikan orang tua atau pengasuh berada sangat dekat, bahkan tangan Anda tetap berada di dalam bathtub atau ember mandi. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian, bahkan untuk sesaat guna mengambil handuk atau sabun.

img_title Tanda Keterlambatan Motorik Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

2.      Gunakan Air Hangat, Bukan Panas

Suhu air yang terlalu panas bisa membahayakan kulit lembut balita. Gunakan air hangat yang nyaman (sekitar suam-suam kuku), dan selalu cek suhu air dengan siku atau punggung tangan terlebih dahulu sebelum memasukkan anak ke dalam.

img_title Strategi Manajemen Tantrum: Anatomi Emosi dan Teknik Co-Regulation Balita Parenting, Perkembangan Anak

3.      Permukaan Anti Selip & Alas Lembut

Permukaan bak mandi atau wastafel bisa menjadi licin ketika basah. Gunakan alas anti selip atau mat mandi berbahan karet agar kaki anak tidak tergelincir. Untuk kenyamanan tambahan, siapkan juga handuk lembut di sekitar area mandi agar anak bisa berdiri di tempat yang lebih aman setelah mandi.

4.      Kendalikan Ketinggian Air

Untuk aman, isi bak mandi dengan air yang dangkal, cukup setinggi perut anak ketika ia duduk. Ini sudah cukup untuk bersenang-senang, membasahi tubuh, dan membilas sabun tanpa meningkatkan risiko tenggelam.

5.      Gunakan Produk Mandi yang Lembut & Khusus Balita

Kulit balita masih sangat sensitif terhadap sabun keras atau produk yang mengandung banyak bahan kimia. Pilih sabun bayi atau sabun lembut, bebas pewangi kuat, dan pastikan produk tersebut aman untuk mata agar tidak membuat anak rewel atau takut air.

6.      Jelaskan & Libatkan Si Kecil

Seiring tumbuhnya rasa ingin tahu, ajak anak memahami proses mandi “Kita sabun di kaki dulu, lalu badan, lalu rambut.” Biarkan ia ikut memegang spons atau mencuci bagian tubuh sendiri dengan Anda membimbingnya. Hal ini membantu anak merasa lebih nyaman dan percaya diri dalam rutinitas mandi.

Halaman Selanjutnya
img_title