3 Tips Mengatasi Anak Rewel Tanpa Gadget

Anak rewel jangan diberi gadget tapi tanyakan apa sebabnya.
Sumber :
  • Anilsharma26/https:// pixabay.com/id/photos/bayi-gadis-menangis-anak-potret-7048662/

Parenting, VIVA Mindset –Seringkali saat si kecil rewel atau tantrum, kita refleks memberinya gadget. Tujuannya agar si kecil cepat tenang. Memang cara ini terlihat praktis. Namun studi menunjukkan kebiasaan ini berdampak buruk pada perkembangan emosinya.

img_title Vitalnya Nutrisi 1.000 Hari Pertama Kehidupan: Fondasi Emas Pencegah Stunting

 

Dilansir dari @duniaparentingdotid di Instagram, ​memberi gadget saat anak rewel hanya mengalihkan emosinya. Hal itu bukan menyelesaikan masalah. Anak kehilangan kesempatan untuk belajar mengelola emosinya. Dalam jangka panjang, anak berpotensi kecanduan gadget. Mereka akan menunjukkan ekspresi emosi yang lebih ekstrem saat gadget tidak diberikan.

img_title Menavigasi Batasan Screen Time di Era Digital: Risiko Speech Delay dan Pentingnya Digital Detox

 

​Contoh nyata di kehidupan sehari-hari. ​Seorang anak menangis kencang karena tidak dibelikan es krim. ​Orang tua langsung menyodorkan ponsel. ​Anak berhenti menangis dan terfokus pada layar.

img_title Mengatasi Tantrum Anak Usia Dini dengan Metode Emotion Coaching

 

​Peristiwa itu menunjukkan bahwa anak hanya belajar: "Kalau aku marah atau sedih, aku akan tenang kalau dapat gadget." ​Ini adalah jebakan. Kita membantu anak menghindari emosi, bukan menghadapinya.

 

​Untuk itu, mari kita ubah cara menyikapinya. Ada tiga langkah efektif yang bisa kita terapkan:

  1. ​Beri Ruang untuk Ungkapkan Emosinya

Saat anak tantrum, jangan langsung memarahi atau meninggalkannya. Jangan juga menyogok dengan gadget.

Hadirlah secara sadar. Duduklah di dekatnya saat ia tantrum.

​Contoh: Adik menangis di lantai toko. Duduklah di sampingnya. Biarkan ia mengeluarkan tangisnya.

  1. Akui Emosi dan Cari Penyebabnya

​Akui apa yang ia rasakan. Ini menunjukkan empati. Lalu, ajak ia mencari akar masalahnya.

​Contoh 1: "Adik menangis karena sedih ya mainannya rusak?"

Contoh 2: "Bunda di sini temani Adik. Mau dipeluk?"

Contoh 3: "Kakak marah karena belum selesai menonton, ya?"

  1. Latih Pengaturan Emosi dan Cari Solusi

Setelah anak tenang, ajak ia berlatih mengendalikan emosi. Temukan cara lain untuk menyelesaikan masalahnya.

Contoh 1: "Adik mau coba tiup balon air di luar?" (Mengganti fokus dan teknik menenangkan diri)

Contoh 2: "Kita coba sama-sama cari cara memperbaiki mainannya, yuk!" (Mencari solusi bersama).

 

​Mengelola emosi adalah keterampilan hidup. Anak membutuhkan bimbingan kita. Proses ini mungkin terasa lebih lama dan melelahkan. Namun inilah cara terbaik dalam membantu anak melatih mengelola perasaannya. Mari bantu anak kita tumbuh menjadi pribadi yang mampu mengatur diri sendiri, bukan bergantung pada benda mati.

Halaman Selanjutnya
img_title